Jangan Sepelekan Nyeri Pinggang, Bisa jadi Saraf Terjepit
- 17 Feb 2026 11:40 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Nyeri pinggang sering dianggap sepele oleh masyarakat. Banyak yang mengira keluhan ini hanyalah gejala masuk angin biasa yang bisa hilang dengan istirahat atau pijat.
Padahal, salah kaprah dalam memahami nyeri pinggang berisiko menyebabkan penanganan yang fatal. Berikut adalah fakta medis untuk meluruskan mitos yang berkembang dilansir dari Granostic.com, Selasa 17 Februari 2026 :
1. Bukan Sekadar Masuk Angin
Anggapan bahwa nyeri pinggang selalu karena masuk angin adalah mitos. Faktanya, nyeri bisa dipicu oleh ketegangan otot, gangguan saraf, hingga masalah serius pada struktur tulang belakang. Setiap penyebab memerlukan penanganan medis yang berbeda.
2. Bahaya Istirahat Total (Bed Rest) Berlebihan
Banyak yang percaya diam di tempat tidur adalah cara tercepat untuk sembuh. Namun, berbaring terlalu lama justru membuat otot melemah dan memperlambat pemulihan. Aktivitas ringan dan latihan terkontrol justru lebih disarankan oleh tenaga medis.
3. Mengincar Usia Muda (18–35 Tahun)
Nyeri pinggang bukan lagi "penyakit orang tua". Gaya hidup kurang gerak (sedentary lifestyle), posisi duduk yang salah, dan penggunaan gawai yang berlebihan membuat kelompok usia 18–35 tahun kini rentan terkena gangguan ini.
4. Pijat Bukan Solusi Utama
Pijat memang bisa meredakan otot yang tegang, namun tidak menyembuhkan akar masalah. Jika nyeri disebabkan oleh saraf terjepit atau masalah struktural, pijat yang salah justru berisiko memperparah kondisi pasien.
5. Nyeri Ringan Bisa Jadi Sinyal Bahaya
Jangan tunggu nyeri menjadi hebat untuk periksa ke dokter. Nyeri ringan yang menetap bisa menjadi indikasi awal penyakit serius seperti Hernia Nukleus Pulposus (HNP) atau gangguan pada fungsi ginjal.
Karena itu, pemeriksaan medis sejak dini sangat dianjurkan untuk mencegah komplikasi jangka panjang dan memastikan penanganan yang tepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....