Kentut Berlebihan Bakal Menjadi Gangguan Pencernaan
- 18 Des 2025 17:52 WIB
- Baubau
KBRN, Baubau: Buang angin atau kentut merupakan proses alami tubuh yang normal terjadi hingga sekitar 15–20 kali dalam sehari. Namun, jika frekuensinya melebihi batas tersebut, kondisi ini patut diwaspadai karena bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sistem pencernaan dan perlu dicari penyebab serta cara penanganannya.
Melansir Honestdocs,Gas penyebab kentut berasal dari dua sumber utama, yakni udara yang tertelan saat makan atau minum, serta hasil proses pencernaan makanan di dalam saluran cerna. Kebiasaan makan terlalu cepat, berbicara saat makan, mengunyah permen karet, merokok, hingga mengonsumsi minuman berkarbonasi dapat meningkatkan jumlah udara yang masuk ke tubuh.
Selain itu, jenis makanan juga berperan besar dalam pembentukan gas. Makanan seperti kacang-kacangan, brokoli, kubis, bawang, apel, plum, dan makanan tinggi fruktosa atau sorbitol cenderung lebih sulit dicerna usus kecil. Akibatnya, bakteri di usus besar bekerja lebih keras dan menghasilkan gas berlebih yang dapat menyebabkan perut kembung serta kentut berbau.
Sering kentut juga bisa menjadi gejala penyakit saluran pencernaan, seperti diare, sembelit, intoleransi laktosa, sindrom iritasi usus, penyakit celiac, hingga infeksi saluran cerna. Bahkan, penggunaan obat-obatan tertentu seperti obat anti nyeri golongan NSAID, laksatif, atau obat penurun kolesterol juga dapat memicu gangguan pencernaan.
Untuk mengatasi kondisi ini, masyarakat disarankan menerapkan pola makan sehat, menghindari makanan pemicu gas, makan dengan porsi kecil namun lebih sering, serta mengunyah makanan dengan baik. Aktivitas fisik, konsumsi probiotik, dan penggunaan obat penyerap gas bila diperlukan juga dapat membantu, namun jika keluhan berlanjut, pemeriksaan medis tetap dianjurkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....