Penyakit Kulit Mengintai Akibat Paparan Air Banjir
- 18 Des 2025 17:49 WIB
- Baubau
KBRN, Baubau: Paparan air banjir berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan kulit yang perlu diwaspadai masyarakat. Air banjir yang tercemar kotoran, limbah, dan kuman dapat menyebabkan infeksi kulit dan jaringan lunak, terutama pada luka terbuka yang sudah ada sebelumnya.
Melansir EMC Helthcare, Infeksi kulit akibat paparan air banjir umumnya ditandai dengan kemerahan yang meluas, rasa hangat pada area kulit, nyeri saat ditekan, hingga keluarnya cairan seperti nanah. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat berkembang menjadi infeksi serius jika tidak segera mendapatkan penanganan medis.
Selain infeksi, banjir juga meningkatkan risiko penyakit kulit akibat gigitan hewan dan serangga. Nyamuk, kutu air, serta serangga lainnya kerap muncul dari genangan air banjir dan dapat menimbulkan bentol disertai rasa gatal. Pada sebagian kasus, gigitan tersebut dapat memicu reaksi alergi atau infeksi akibat luka garukan.
Kondisi lingkungan yang lembap pascabanjir turut memicu munculnya infeksi jamur seperti kurap dan panu. Jamur mudah berkembang biak di area tubuh yang lembap dan jarang dibersihkan, terutama di sela-sela jari kaki dan lipatan kulit yang lama terendam air banjir.
Masyarakat dengan kulit sensitif juga diminta lebih waspada karena air banjir dapat memicu reaksi alergi berupa kemerahan dan gatal. Untuk mencegah penyakit kulit, masyarakat diimbau menjaga kebersihan diri, menghindari kontak langsung dengan genangan banjir, serta segera membersihkan dan mengeringkan tubuh setelah terpapar. Jika muncul gejala penyakit kulit, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....