Taktik Jitu Atasi Gerakan Tutup Mulut pada Batita
- 18 Okt 2025 21:53 WIB
- Baubau
KBRN, Baubau: Gerakan Tutup Mulut (GTM) pada anak usia bawah tiga tahun (batita) seringkali membuat orang tua cemas. Kondisi di mana si kecil menolak makanan utama maupun camilan ini punya beragam pemicu, mulai dari rasa bosan, ketidaknyamanan fisik, hingga trauma terhadap makanan atau momen makan itu sendiri.
Mengutip panduan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada Minggu (19/10/2025), orang tua dianjurkan untuk menerapkan beberapa kiat penting yang berfokus pada pola dan suasana makan yang positif untuk mengatasi GTM.
Kunci utama mengatasi GTM adalah kedisiplinan jadwal. Pastikan batita mendapat:
- Tiga kali makan utama sehari.
- Dua kali makanan selingan (camilan) di antara waktu makan utama.
- Pemberian susu sekitar 500 hingga 600 mililiter per hari, dibagi dalam dua hingga tiga kali pemberian.
Hal lain yang tak kalah penting adalah membatasi durasi makan. Waktu makan sebaiknya tidak lebih dari 30 menit. Durasi yang terlalu lama akan membuat anak kehilangan fokus dan minat untuk menghabiskan makanan.
Lingkungan saat makan juga memegang peran besar. Biasakan anak makan di meja makan bersama keluarga. Jika tidak memungkinkan, tetap latih mereka makan di tempat yang sama secara konsisten agar terbentuk kebiasaan positif.
Orang tua harus mendorong anak untuk makan sendiri dan menghindari paksaan. Jika anak menolak makan, jangan langsung menyerah. Coba tawarkan lagi setelah beberapa menit. Namun, jika penolakan tetap terjadi, hentikan proses makan saat itu juga.
Satu larangan keras yakni jangan pernah memaksa makan atau memarahi anak! Perilaku ini justru bisa menimbulkan trauma yang memperburuk kondisi GTM.
Agar anak fokus pada makanannya dan benar-benar mengenali rasa lapar, hindari kebiasaan-kebiasaan yang mengalihkan perhatian:
- Jangan makan sambil bermain, menonton televisi, atau beraktivitas lain.
- Hindari memberikan minuman selain air putih di antara waktu makan. Minuman manis atau berkalori bisa membuat anak cepat kenyang, sehingga ia menolak makanan utama.
Dengan pendekatan yang sabar dan konsisten, orang tua dapat membantu batita mengatasi GTM. Pola makan yang teratur dan suasana yang positif akan melatih anak mengenali sinyal lapar dan kenyang, sekaligus menanamkan kebiasaan makan sehat sejak dini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....