Kanker Serviks: Bisa Dicegah dengan Skrining dan Vaksinasi

  • 28 Feb 2025 18:44 WIB
  •  Baubau

KBRN, Baubau: Kanker serviks masih menjadi ancaman serius bagi perempuan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), kanker serviks merupakan kanker paling umum keempat pada wanita, dengan 660.000 kasus baru dan 350.000 kematian pada tahun 2022.

Di Indonesia, melansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, menyebutkan bahwa kanker serviks adalah jenis kanker kedua yang paling banyak terjadi setelah kanker payudara.

Pentingnya Deteksi Dini Kanker Serviks

Skrining kanker serviks memberikan peluang terbaik untuk mendeteksi penyakit ini sejak dini, sehingga tingkat keberhasilan pengobatan menjadi lebih tinggi.

Selain itu, skrining juga membantu menemukan lesi prakanker atau perubahan sel serviks yang abnormal, sehingga bisa ditangani sebelum berkembang menjadi kanker.

Perempuan perlu mengenali gejala kanker serviks sejak stadium awal agar bisa segera melakukan pemeriksaan medis. Berikut beberapa tanda yang harus diwaspadai:

1. Pendarahan Tidak Normal

Terjadi di luar siklus menstruasi, setelah berhubungan intim, atau setelah menopause.

Menstruasi yang lebih banyak dari biasanya.

2. Keputihan Abnormal

Berwarna tidak biasa atau bercampur darah.

Berbau tidak sedap dan menyebabkan gatal atau nyeri.

3. Nyeri Panggul

Nyeri yang muncul saat berhubungan intim.

4. Tubuh Mudah Lelah

Akibat pendarahan berlebih yang menyebabkan kekurangan sel darah merah.

5. Sering Buang Air Kecil

Sel kanker yang menyebar ke kandung kemih bisa meningkatkan frekuensi buang air kecil.

Metode Skrining Kanker Serviks

Jika mengalami gejala-gejala di atas, segera lakukan pemeriksaan medis. Beberapa metode skrining yang bisa dilakukan meliputi:

Pap Smear: Pengambilan sampel sel dari leher rahim untuk mendeteksi tanda-tanda kanker tahap awal.

Tes HPV: Mendeteksi keberadaan virus Human Papillomavirus (HPV), penyebab utama kanker serviks.

Biopsi: Pengambilan sampel jaringan untuk pemeriksaan lebih lanjut jika ditemukan tanda mencurigakan.

IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat): Mengoleskan asam asetat pada leher rahim. Jika ada sel kanker, akan muncul bercak putih setelah 1 menit.

Pencegahan Kanker Serviks dengan Vaksinasi HPV

Meskipun kanker serviks merupakan masalah kesehatan yang serius, penyakit ini bisa dicegah dengan vaksinasi HPV. Vaksin ini direkomendasikan bagi perempuan berusia 9-26 tahun dan lebih efektif jika diberikan sebelum aktif secara seksual.

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Karena itu, lakukan deteksi dini dengan skrining rutin dan lindungi diri dengan vaksinasi HPV agar terhindar dari kanker serviks.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....