Politeknik Baubau Dampingi PKK Bone-Bone Olah Sampah Jadi Cuan

  • 24 Agt 2026 17:20 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Politeknik Baubau (POLBA) mendampingi Kelompok PKK Kelurahan Bone-Bone, Kecamatan Batupoaro, Kota Baubau, mengubah sampah organik rumah tangga menjadi cuan atau produk bernilai ekonomi.

Upaya tersebut dilakukan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, melalui inovasi eco enzyme dan produk turunannya.

Ketua Tim, Dr. Sarni, S.Si., M.Si., mengatakan kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengurangan sampah, tetapi juga membangun keterampilan masyarakat agar limbah organik dapat menjadi sumber pendapatan.

“Program ini kami arahkan agar masyarakat tidak hanya melihat sampah sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi sebagai bahan yang masih dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai tambah,” ujar Dr. Sarni, Senin, 24 Agustus 2026.

Program tersebut melibatkan 20 anggota Kelompok PKK Kelurahan Bone-Bone. Peserta mendapatkan pelatihan mulai dari pemilahan sampah organik, pembuatan eco enzyme, proses fermentasi hingga pengembangan produk turunannya.

"Bahan yang digunakan berasal dari sampah organik rumah tangga, seperti sisa buah dan sayuran. Proses fermentasi eco enzyme telah dimulai sejak 16 Juni 2026 dan dijadwalkan dipanen pada 16 September 2026," ujarnya.

Tim PKM Poltek Baubau Latih Anggota PKK Bone-Bone Olah Limbah Organik Menjadi Eco Enzyme dan Sabun Ramah Lingkungan (Foto: Sarni)

Tim PkM tidak hanya mendampingi peserta menghasilkan eco enzyme, tetapi juga mengembangkan hasil fermentasi tersebut menjadi produk kebutuhan rumah tangga berupa Sabun berbahan aktif Eco Enzyme.

Dari pelatihan yang dilakukan, telah dihasilkan dua produk prototipe, yakni sabun cair eco enzyme bermerek 'Wa Eco-Cle@n Bone-bone' dan sabun mandi batang eco enzyme 'Wa Enzy So@p Bone-bone'.

Kedua produk tersebut masih diproduksi dalam jumlah terbatas sebagai sampel dan bahan testimoni. Produk itu diharapkan menjadi tahap awal pengembangan usaha berbasis lingkungan yang dikelola Kelompok PKK.

Selain produksi, peserta juga mendapatkan pendampingan terkait pengemasan, pelabelan, branding, penentuan harga serta strategi pemasaran secara konvensional dan digital.

Program pemberdayaan tersebut turut menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta berdasarkan hasil evaluasi pre-test dan post-test.

"Dari 20 anggota PKK yang mengikuti kegiatan, tingkat pengetahuan peserta meningkat dari 43 persen menjadi 85 persen setelah mendapatkan pelatihan dan praktik langsung," imbuhnya.

Sabun Mandi Batang Eco Enzyme 'Wa Enzy So@p Bone-bone (Foto: Sarni)

Dr. Sarni mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan yang menggabungkan teori dengan praktik dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola sampah organik.

Selain pengetahuan, peserta kini memiliki keterampilan untuk memilah sampah, menyiapkan bahan eco enzyme, melakukan fermentasi serta mengembangkan produk turunannya.

Setelah proses fermentasi selesai pada September 2026, pendampingan akan dilanjutkan dengan evaluasi hasil eco enzyme dan pengembangan produksi sabun.

Tim PkM juga akan membantu penyempurnaan kemasan dan label, penguatan branding serta pemasaran produk agar memiliki daya saing di pasar. Pengembangan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk merek dan inovasi produk juga menjadi salah satu target lanjutan program tersebut.

Melalui program ini, sampah organik tidak lagi hanya dipandang sebagai persoalan lingkungan, tetapi dapat menjadi bahan baku produk yang memiliki nilai ekonomi.

Politeknik Baubau berharap keterampilan yang diperoleh kelompok PKK dapat terus dikembangkan secara mandiri sehingga memberikan manfaat ganda, yakni mengurangi sampah rumah tangga sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat Bone-Bone.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....