Baubau Tuan Rumah O2SN Diksus Sultra, Diikuti 19 Atlet dari 11 Sekolah
- 15 Agt 2026 16:33 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Sebanyak 19 atlet dari 11 sekolah mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Pendidikan Khusus (Diksus) tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang digelar di Kota Baubau. Berlangsung 14 hingga 16 Agustus 2026.
Kepala SLBS Tat Twam Asi, Muhamad Ikbal, selaku ketua panitia mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses seleksi untuk menentukan atlet terbaik yang akan mewakili Sulawesi Tenggara pada O2SN Diksus tingkat nasional.
“Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan seleksi O2SN Diksus, untuk mencari perwakilan siswa dari setiap cabang lomba yang akan mewakili provinsi ke tingkat nasional,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Ikbal menjelaskan, O2SN Diksus tingkat Sultra tahun ini diikuti peserta dari tujuh kabupaten/kota dengan mempertandingkan enam cabang olahraga.
Keenam cabang tersebut yakni atletik 100 meter putra, lompat jauh putri, bocce tunggal putri, bulu tangkis tunggal putra, catur tunggal putri, serta tenis meja tunggal putra.
“Kami sebagai tuan rumah mengucapkan selamat datang di Kota Baubau. Semoga kegiatan kita berjalan dengan lancar sampai pada akhir kegiatan nanti,” katanya.

Sementara itu, Ketua MKKS SLB Sulawesi Tenggara, Yafsin Yaddi menegaskan, O2SN bukan sekadar kompetisi untuk mencari juara, tetapi menjadi bagian dari pemenuhan hak siswa berkebutuhan khusus untuk memperoleh kesempatan berprestasi.
“Anak disabilitas itu punya hak. Mereka dihargai bukan karena dikasihani, tetapi karena mereka punya prestasi dan nilai seperti siswa-siswa yang lain,” katanya.
Menurutnya, peserta didik SLB memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda sehingga membutuhkan pendamping selama mengikuti kegiatan. Setiap peserta juga harus memiliki data dan legalitas sesuai kategori kebutuhan khusus yang telah diverifikasi melalui sistem pendaftaran.
Kepala SLBN 2 Konawe ini menjelaskan, peserta O2SN telah didata sejak beberapa bulan sebelum pelaksanaan sehingga tidak semua siswa dapat langsung mengikuti perlombaan. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan peserta yang tampil sesuai ketentuan dan kategori lomba yang ditetapkan.
Pelaksanaan O2SN Diksus, lanjutnya, merupakan agenda nasional yang digelar setiap tahun. Tahun ini Kota Baubau menjadi tuan rumah setelah adanya kesepakatan dan kesediaan sekolah untuk menyelenggarakan kegiatan secara mandiri.
"Kita berharap prestasi yang lahir dari O2SN dapat mengubah pandangan masyarakat terhadap anak berkebutuhan khusus. Menurutnya, anak SLB merupakan anak istimewa yang memiliki potensi dan kemampuan untuk berkembang," imbuhnya.

Di tempat yang sama, Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra Rayon Baubau-Buton Selatan, Mastuti, mengatakan O2SN menjadi panggung untuk menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk berprestasi.
“O2SN ini bukan sekadar ajang perlombaan untuk mencari juara. O2SN adalah panggung untuk menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk berprestasi,” kata Mastuti.
Mastuti meminta seluruh peserta bertanding dengan percaya diri dan menjunjung tinggi sportivitas. Dewan juri juga diminta menjalankan tugas secara objektif, jujur, dan adil karena siapa pun yang menjadi juara nantinya akan membawa nama Sultra pada tingkat nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....