FKM Unidayan Bekali Mahasiswa Jalani PBL I dan III, Penempatan Kapontori dan Lea-Lea
- 29 Jul 2026 22:12 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) membekali ratusan mahasiswa untuk menjalani Pengenalan Belajar Lapangan (PBL) I dan PBL III sebagai bagian dari proses penerapan teori kesehatan masyarakat di lapangan.
Dekan FKM Unidayan, Dr. Rininta Andriani, S.Sos., M.Kes., mengatakan PBL menjadi bagian penting dalam kurikulum Program Studi Kesehatan Masyarakat untuk membentuk kemampuan mahasiswa memahami persoalan kesehatan berdasarkan kondisi nyata di masyarakat.
“Mahasiswa dituntut mengimplementasikan teori yang sudah didapatkan selama perkuliahan untuk melihat kondisi masyarakat secara langsung. Ini merupakan proses belajar, bukan sekadar turun ke lapangan,” ujar Rininta saat membuka pembekalan di Baruga La Ode Malim, Rabu, 29 Juli 2026.
Rininta menjelaskan PBL dilaksanakan secara bertahap, mulai dari identifikasi dan analisis masalah, intervensi hingga evaluasi program. Pada PBL I, mahasiswa diarahkan mengumpulkan data melalui kuesioner dan menganalisisnya secara sistematis untuk menemukan serta menentukan prioritas masalah kesehatan bersama masyarakat.

Hasil analisis tersebut selanjutnya menjadi dasar penyusunan alternatif solusi yang dapat dikembangkan melalui intervensi pada PBL II. Sementara PBL III diarahkan untuk mengevaluasi intervensi yang telah dilaksanakan, termasuk melihat perubahan pengetahuan, perilaku dan kondisi masyarakat.
Rininta menyebutkan, mahasiswa juga perlu memiliki kemampuan komunikasi dan adaptasi yang baik selama berada di tengah masyarakat. Kerja sama dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, tokoh masyarakat, aparat keamanan dan warga menjadi bagian penting untuk mendukung keberhasilan kegiatan.
“Komunikasi dan adaptasi sangat penting. Kalian hadir di tengah masyarakat membawa nama institusi, sehingga cara berkomunikasi dan berperilaku akan sangat menentukan keberhasilan kegiatan,” katanya.

Ketua Panitia PBL yang juga Wakil Dekan I FKM Unidayan, Taswin, SKM., M.Kes., mengatakan PBL merupakan mata kuliah wajib Program Studi Kesehatan Masyarakat yang dilaksanakan dalam tiga tahapan.
"PBL I tahun ini diikuti 98 mahasiswa semester IV yang dibagi dalam 12 kelompok dan ditempatkan pada 12 Desa/Kelurahan di Kecamatan Kapontori Kabupaten Buton. Sementara PBL III tersebar di empat kelurahan di Kecamatan Lea-lea Kota Baubau.
PBL I akan berlangsung selama 14 hari yang akan dilepas secara resmi pada Kamis 30 Juli hingga 12 Agustus 2026. Sementara untuk PBL III mulai dari 31 Juli hingga 13 Agustus 2026.
Taswin meminta mahasiswa menjalankan kegiatan sesuai pedoman PBL, menjaga kesehatan dan keamanan serta membangun koordinasi dengan pemerintah dan masyarakat di lokasi masing-masing.
"Keberhasilan PBL tidak hanya ditentukan kemampuan akademik, tetapi juga kedisiplinan, tanggung jawab dan kerja sama selama menjalani pembelajaran di lapangan," imbuhnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....