Direktur Fasilitasi Riset Dorong Mahasiswa Baubau Manfaatkan Beasiswa LPDP

  • 22 Jul 2026 14:22 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau – Direktur Fasilitasi Riset Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Ayom Widipaminto, mendorong mahasiswa di Sulawesi Tenggara, khususnya Kota Baubau, untuk memanfaatkan peluang Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 yang dibuka mulai 30 Juni hingga 31 Juli 2026.

Ajakan tersebut disampaikan Ayom usai Seminar Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 yang digelar di Aula Korea Universitas Muhammadiyah Buton, Senin 20 Juni 2026.

Menurut Ayom, jumlah penerima beasiswa LPDP di Sulawesi Tenggara, khususnya Kota Baubau, masih perlu ditingkatkan. Karena itu, LPDP turun langsung melakukan sosialisasi agar semakin banyak mahasiswa mengetahui sekaligus memanfaatkan kesempatan melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa tersebut.

"Kenapa kami memilih sosialisasi di Baubau? Karena jumlah penerimanya masih perlu ditingkatkan, saat ini baru 56 orang. Harapannya, universitas yang ada di kawasan Sulawesi Tenggara juga bisa terus difasilitasi," ujar Ayom.

Ayom menegaskan, LPDP berkomitmen agar beasiswa dapat diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Selain jalur reguler, LPDP juga membuka jalur afirmasi bagi masyarakat di lebih dari 120 kabupaten/kota, termasuk kelompok prasejahtera dan masyarakat Papua.

"Harapannya dari yang saat ini baru 56 awardee di Baubau bisa terus meningkat. Kami ingin lahir talenta-talenta dari Baubau yang mampu membanggakan daerah, baik di sektor maritim, pertambangan, maupun sektor strategis lainnya," katanya.

Dalam pelaksanaannya, LPDP berkolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi terbaik di dalam maupun luar negeri. Ke depan, LPDP juga akan semakin membuka peluang bagi lebih banyak perguruan tinggi di Indonesia untuk menjadi mitra dalam pelaksanaan sosialisasi program beasiswa.

Untuk seleksi Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026, Ayom menargetkan lebih dari 2.000 pendaftar tanpa menerapkan kuota berdasarkan daerah asal.

"Tahap kedua kami targetkan di atas 2.000 pendaftar. Kami tidak memiliki kuota per daerah. Target kami sekitar 35 persen penerima merupakan program doktor, sementara jalur afirmasi berkisar 25 hingga 30 persen," jelasnya.

Sementara itu, data LPDP per 14 Juli 2026 menunjukkan jumlah penerima beasiswa asal Sulawesi Tenggara terus mengalami peningkatan. Sejak 2013 hingga 2026 tercatat sebanyak 501 awardee berasal dari provinsi tersebut.

Dari jumlah itu, 304 orang telah menyelesaikan studi dan menjadi alumni, 144 orang masih menempuh pendidikan, sedangkan 53 orang berada pada tahap persiapan studi.

Berdasarkan daerah asal, Kota Kendari menjadi penyumbang awardee terbanyak dengan 170 orang, disusul Kabupaten Muna sebanyak 65 orang, dan Kota Baubau sebanyak 56 orang.

Khusus Kota Baubau, dari total 56 awardee tersebut, 36 orang melanjutkan pendidikan pada jenjang magister, 13 orang menempuh program doktor, sementara mayoritas memilih melanjutkan studi di perguruan tinggi dalam negeri.

Hingga 30 Juni 2026, LPDP mengelola akumulasi Dana Abadi Pendidikan sebesar Rp195,8 triliun sebagai fondasi investasi pemerintah dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Secara Nasional, sejak 2013 hingga Juni 2026, LPDP telah mendukung 112.771 penerima beasiswa program gelar serta lebih dari 590 ribu peserta program nongelar. Selain itu, LPDP juga mendanai 4.718 proyek riset, memperkuat 23 perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH) melalui dana abadi perguruan tinggi, serta mendukung 3.753 penerima manfaat dana abadi kebudayaan.

Antusiasme masyarakat terhadap program LPDP juga terus meningkat. Pada Seleksi Beasiswa LPDP Tahap I Tahun 2026, sebanyak 2.753 peserta dinyatakan lulus seleksi substansi dari total 32.794 pendaftar, meningkat sekitar 33,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....