Yudisium FKM Unidayan Kukuhkan 46 Lulusan, Prodi Gizi Cetak Angkatan Pertama

  • 29 Jun 2026 16:51 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) mengukuhkan 46 lulusan dalam Yudisium Tahun Akademik 2025/2026 periode pertama yang digelar di Zenith Hotel Kota Baubau, Senin, 29 Juni 2026. Momentum tersebut menjadi istimewa karena turut menandai pengukuhan angkatan pertama Program Studi Gizi.

Ketua Panitia Yudisium menyampaikan, sebanyak 46 peserta telah dinyatakan lulus setelah memenuhi seluruh persyaratan akademik dan administrasi. Dari jumlah tersebut, 35 orang merupakan lulusan Program Studi Kesehatan Masyarakat Angkatan XXVII dan 11 orang berasal dari Program Studi Gizi Angkatan I.

Rincian lulusan Program Studi Kesehatan Masyarakat meliputi peminatan Administrasi Kebijakan Kesehatan sebanyak 11 orang, Kesehatan Lingkungan tujuh orang, Epidemiologi delapan orang, Promosi Kesehatan satu orang, serta Kesehatan dan Keselamatan Kerja delapan orang.

Foto Bersama Rektor Unidayan, Ir. L.M. Sjamsul Qamar, M.T., IPU, Dekan FKM, Dr. Rininta Andriani, S.Sos., M.Kes., Tenaga Kependidikan dengan Mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat, Senin, 29 Juni 2026 (Foto: RRI/Arul)

Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unidayan, Dr. Rininta Andriani, S.Sos., M.Kes., mengatakan yudisium kali ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan fakultas. Selain mengukuhkan Sarjana Kesehatan Masyarakat Angkatan XXVII, FKM juga untuk pertama kalinya melahirkan Sarjana Gizi sejak program studi tersebut didirikan.

"Pengukuhan perdana Sarjana Gizi bukan sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi tonggak sejarah baru yang memperluas kontribusi Fakultas Kesehatan Masyarakat dalam mencetak sumber daya manusia kesehatan yang profesional, kompeten, dan berintegritas," ujarnya.

Menurut Rininta, kehadiran lulusan gizi diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan kesehatan masyarakat, mulai dari persoalan stunting, anemia, obesitas hingga berbagai permasalahan gizi pada seluruh siklus kehidupan.

Rininta juga mengingatkan para lulusan gelar sarjana bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal memasuki dunia profesional yang penuh tantangan. Rininta menyebutkan tenaga kesehatan saat ini dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, transformasi digital, kecerdasan buatan, perubahan pola penyakit hingga ancaman pandemi.

Foto Bersama Rektor Unidayan, Ir. L.M. Sjamsul Qamar, M.T., IPU, Dekan FKM, Dr. Rininta Andriani, S.Sos., M.Kes., Tenaga Kependidikan dengan Mahasiswa Prodi Gizi FKM Unidayan, Senin, 29 Juni 2026 (Foto: RRI/Arul)

"Masyarakat tidak hanya membutuhkan tenaga kesehatan yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, empati, etika, kemampuan berkomunikasi, mampu bekerja sama dalam tim, serta memiliki semangat belajar sepanjang hayat," katanya.

Rininta berharap lulusan Program Studi Kesehatan Masyarakat dapat menjadi agen perubahan yang mengedepankan upaya promotif dan preventif dalam pembangunan kesehatan, sedangkan lulusan Program Studi Gizi mampu berkontribusi meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui inovasi dan pelayanan profesional.

Selain itu, Dekan FKM mengajak para alumni membangun jejaring yang kuat serta terus mendukung peningkatan kualitas fakultas, termasuk upaya meraih akreditasi unggul bagi Program Studi Kesehatan Masyarakat maupun Program Studi Gizi.

Foto Bersama Rektor Unidayan, Ir. L.M. Sjamsul Qamar, M.T., IPU, Dekan FKM, Dr. Rininta Andriani, S.Sos., M.Kes., Serta Tenaga Kependidikan FKM Unidayan, Senin, 29 Juni 2026 (Foto: RRI/Arul)

Sementara itu, Rektor Unidayan, Ir. L.M. Sjamsul Qamar, M.T., IPU, mengapresiasi capaian Fakultas Kesehatan Masyarakat yang dinilainya terus berkembang dan mampu menghasilkan lulusan berkualitas.

Rektor juga menyampaikan terima kasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di Unidayan. Menurutnya, kepercayaan masyarakat menjadi modal penting bagi universitas yang telah berdiri lebih dari empat dekade untuk terus meningkatkan mutu pendidikan.

Rektor menambahkan, Unidayan terus melakukan pengembangan institusi dengan membuka program studi baru serta memperluas kualitas layanan pendidikan tinggi. Sjamsul Qamar berharap seluruh lulusan mampu menjaga nama baik almamater dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan, khususnya di bidang kesehatan masyarakat di Kota Baubau, Kepulauan Buton, Sulawesi Tenggara, maupun Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....