Masyarakat Keluhkan Desil Naik, Dinsos Baubau Buka Verifikasi dan Jemput Bola
- 30 Sep 2026 11:04 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Sejumlah masyarakat di Kota Baubau mempertanyakan perubahan desil kesejahteraan yang berdampak pada terhentinya bantuan sosial yang sebelumnya mereka terima.
Pemerintah Kota Baubau melalui Dinas Sosial dan Tenaga Kerja membuka layanan verifikasi dan validasi untuk memastikan perubahan data tersebut sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan.
Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Baubau Siti Amalia Abibu menjelaskan, perubahan desil bukan semata-mata ditentukan berdasarkan pendapatan masyarakat. Pengelompokan kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) juga mempertimbangkan pengeluaran per kapita serta sejumlah indikator dari berbagai sumber data.
“Naiknya desil ini karena ada beberapa indikator yang membuat masyarakat naik desilnya. Pengukurannya bukan dari pendapatan, tetapi pengeluaran per kapita,” kata Siti Amalia Abibu, Kamis, 24 September 2026.
Amalia menjelaskan, data tersebut disandingkan dengan sejumlah sumber, termasuk data BKKBN dan perbankan. Aktivitas pinjaman, kepemilikan kendaraan, serta transaksi tertentu yang terhubung dengan NIK dapat menjadi bagian dari rekam data dalam proses pemutakhiran kesejahteraan masyarakat.
Untuk membantu masyarakat yang mengalami perubahan desil, Dinsos Baubau sejak Mei 2026 telah melakukan verifikasi dan validasi dengan turun langsung ke 16 kelurahan. Masyarakat yang merasa masih layak menerima bantuan dapat mengajukan pembaruan data dengan melengkapi fotokopi KTP dan KK, foto kondisi rumah serta sanitasi, dan surat keterangan tidak mampu dari kelurahan.
“Kalau masyarakat terjadi kenaikan desil, itu bisa mengajukan pembaharuan data. Kita punya tanggung jawab moral untuk mempermudah masyarakat, sehingga kita turun lapangan jemput bola,” ujarnya.
Siti mengatakan, hasil verifikasi selanjutnya diusulkan ke Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Sosial untuk diproses. Penurunan desil tidak dapat dilakukan secara langsung karena data masih harus melalui pencocokan dengan berbagai rekam digital yang tersimpan di pusat.
Menurutnya, sudah terdapat masyarakat yang setelah melalui proses verifikasi dan memenuhi persyaratan mengalami penurunan kembali desilnya. Dinsos juga tetap membuka pelayanan setiap Senin bagi warga yang belum melengkapi persyaratan saat kegiatan verifikasi di kelurahan.
Siti turut mengingatkan penerima bansos agar tidak menggunakan fasilitas transaksi digital untuk judi online karena aktivitas tersebut dapat terbaca dalam pemutakhiran data.
"Masyarakat yang terindikasi melakukan judi online masih dapat diberikan kesempatan untuk memperbaiki perilakunya, namun catatan tersebut tetap disertakan dalam pengusulan pembaruan data sebagai bahan pertimbangan pemerintah pusat," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....