Belanja Naik Rp64,26 Miliar, Defisit Perubahan APBD Baubau Capai Rp46,11 Miliar
- 22 Sep 2026 13:56 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Rancangan Perubahan APBD Kota Baubau Tahun Anggaran 2026 mencatat kenaikan belanja daerah sebesar Rp64,26 miliar. Kondisi tersebut mendorong defisit anggaran menjadi Rp46,11 miliar, dari sebelumnya Rp5 miliar.
Dalam rancangan perubahan yang disampaikan Wali Kota Baubau Yusran Fahim pada Rapat Paripurna DPRD Kota Baubau, Senin, 21 September 2026, belanja daerah naik dari Rp790,98 miliar menjadi Rp855,24 miliar atau meningkat 8,12 persen.
Di sisi pendapatan, pemerintah daerah memproyeksikan kenaikan dari Rp785,98 miliar menjadi Rp809,12 miliar atau bertambah Rp23,14 miliar. Kenaikan tersebut berasal dari peningkatan Pendapatan Asli Daerah dan pendapatan transfer.
Selisih antara pendapatan dan belanja menghasilkan defisit Rp46,11 miliar. Pemerintah Kota Baubau merencanakan defisit tersebut ditutup melalui pembiayaan netto dengan jumlah yang sama, sehingga Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran tahun berkenaan tetap nihil.
Untuk menutup defisit, penerimaan pembiayaan meningkat signifikan dari Rp10 miliar menjadi Rp66,11 miliar. Sumbernya berasal dari penyesuaian Sisa Lebih Perhitungan Anggaran tahun sebelumnya berdasarkan hasil pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Baubau Tahun Anggaran 2025, termasuk sisa lebih pada BLUD.

Sementara itu, pengeluaran pembiayaan meningkat dari Rp5 miliar menjadi Rp20 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk penyertaan modal daerah kepada badan usaha milik daerah sesuai ketentuan yang berlaku.
Wali Kota Yusran Fahim menegaskan peningkatan belanja harus diikuti pengendalian yang kuat, jadwal pelaksanaan yang realistis dan pengukuran hasil yang jelas.
Setiap perangkat daerah diminta memastikan program yang telah dianggarkan dapat dilaksanakan tepat waktu, memenuhi standar pelayanan dan menghasilkan keluaran sesuai alokasi anggaran.
"Pemerintah Kota Baubau juga berkomitmen memperkuat pengelolaan keuangan daerah yang efektif, efisien, ekonomis, transparan dan akuntabel. Evaluasi dilakukan agar perubahan APBD tidak sekadar menjadi pergeseran pagu, tetapi berdampak pada peningkatan kualitas program dan pencapaian sasaran pembangunan," imbuhnya.
Pembahasan bersama DPRD Kota Baubau diharapkan dapat memberikan telaah dan masukan terhadap rancangan perubahan APBD tersebut, dengan memastikan peningkatan belanja dan pembiayaan tetap berorientasi pada manfaat bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....