Pesta Adat Mataanо Santa Perkuat Persatuan Warga Kombeli
- 30 Agt 2026 16:10 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Buton - Pesta Adat Mataanо Santa kembali digelar masyarakat Kelurahan Kombeli, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, sebagai upaya menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat persatuan masyarakat.
Tradisi yang berlangsung selama lima hari, 29–31 Agustus dan 1–2 September 2026, tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil bumi, keselamatan, kesehatan dan rezeki yang diberikan Allah SWT. Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra turut hadir dalam pelaksanaan pesta adat di Halaman Baruga Kelurahan Kombeli, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Bupati Buton mengapresiasi masyarakat dan panitia yang tetap mempertahankan pelaksanaan Mataanо Santa di tengah kondisi efisiensi anggaran. Menurutnya, tradisi tersebut memiliki nilai penting dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus mempererat hubungan sosial masyarakat.
“Ini salah satu pesta adat yang luar biasa yang pernah saya lihat. Saya berharap kita semua diberikan kesehatan agar tahun depan kita bisa mengikuti acara adat Mataanо Santa lagi dan semoga bisa lebih meriah dan menjadi kebahagiaan bagi masyarakat Kombeli,” ujar Alvin.
Alvin menilai pelestarian tradisi adat perlu mendapat perhatian bersama karena menjadi bagian dari identitas masyarakat. Pemerintah daerah juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan sarana dan prasarana yang dapat menunjang keberlangsungan kegiatan adat.
Bupati mengajak pemerintah kelurahan, kecamatan dan perangkat daerah terkait untuk melihat secara bersama-sama berbagai kebutuhan masyarakat Kombeli. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan kegiatan adat sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Ketua Panitia Pesta Adat Mataanо Santa, Rafiudin mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi, menjaga persatuan dan keamanan masyarakat serta menggerakkan ekonomi lokal.
Pelaksanaan pesta adat juga melibatkan generasi muda melalui kegiatan kerja bakti dan kebersihan lingkungan. Keterlibatan tersebut dinilai penting agar nilai-nilai tradisi dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Salah satu rangkaian utama Mataanо Santa adalah prosesi Pikuciapa dan Pidaoa'a yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat Kombeli.
Pikuciapa merupakan ritual membagikan hasil bumi, seperti ketupat (kauru), ikan, ubi, nanas, pisang dan hasil lainnya ke empat penjuru mata angin. Prosesi tersebut disertai doa dan harapan agar masyarakat Kombeli, baik yang berada di kampung maupun perantauan hingga luar negeri, senantiasa memperoleh rezeki, keselamatan dan perlindungan dari Allah SWT.
Sementara Pidaoa'a merupakan tradisi pertukaran atau barter yang menggambarkan kehidupan masyarakat Kombeli pada masa lalu, ketika transaksi belum menggunakan uang. Hasil kebun seperti ubi dan beras ditukar dengan kebutuhan lainnya, antara lain ikan, garam atau pakaian.
Dalam pelaksanaan pesta adat, tradisi tersebut kembali diwujudkan melalui proses saling menukar antara para perangkat adat. Prosesi ini menjadi simbol kebersamaan, persaudaraan dan semangat berbagi masyarakat Kombeli.
Pesta Adat Mataanо Santa diharapkan terus menjadi ruang untuk menjaga warisan budaya leluhur sekaligus memperkuat persatuan masyarakat. Pelestarian tradisi tersebut juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi melalui keterlibatan masyarakat dalam setiap rangkaian kegiatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....