Kominfo Sultra Matangkan Persiapan Pengukuran Kompetensi Digital ASN
- 21 Agt 2026 09:16 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Kendari – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mematangkan persiapan Pengukuran Kompetensi Digital Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan dilaksanakan serentak pada 26 Agustus 2026. Pengukuran ini ditujukan untuk memetakan kemampuan digital ASN sekaligus menjadi dasar penyusunan program peningkatan kompetensi yang lebih tepat sasaran.
Persiapan tersebut dibahas melalui Technical Meeting Pengukuran Kompetensi Digital ASN Lingkup Pemprov Sultra yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sultra di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra, Rabu, 19 Agustus 2026.
Pj. Sekda Sultra Muhammad Fadlansyah mengajak seluruh ASN lingkup Pemprov Sultra mengikuti pengukuran tersebut dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, kemampuan digital menjadi bagian penting dalam membentuk aparatur yang profesional, adaptif, dan mampu mengikuti perkembangan teknologi serta pemerintahan berbasis data.
Fadlansyah menilai penguatan kompetensi digital juga diperlukan untuk mendukung peningkatan kualitas pemerintahan dan pelayanan publik. Karena itu, seluruh ASN diminta berpartisipasi aktif dalam pengukuran yang akan dilaksanakan pada 26 Agustus mendatang.
“Mari kita wujudkan ASN Sultra yang responsif, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik guna mewujudkan visi dan misi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, yaitu Terwujudnya Sulawesi Tenggara Maju yang Aman, Sejahtera, dan Religius,” ujarnya.
Kepala Dinas Kominfo Sultra Andi Syahrir mengatakan, pengukuran dilakukan untuk memperoleh gambaran kemampuan digital ASN secara terukur. Data tersebut nantinya digunakan untuk menentukan kebutuhan pelatihan dan pengembangan kompetensi digital sesuai kondisi masing-masing ASN.
“Selama ini pelatihan-pelatihan digital belum semuanya berdasarkan kajian. Kadang kita menentukan siapa yang mengikuti pelatihan berdasarkan perkiraan atau subjektivitas. Melalui pengukuran ini kita bisa mengetahui siapa yang perlu ditingkatkan kompetensinya dan jenis pelatihan apa yang sesuai,” jelasnya.
Andi menjelaskan, pengukuran kompetensi digital bukan merupakan ujian yang bertujuan menentukan benar atau salah. Kegiatan tersebut lebih diarahkan untuk memetakan tingkat kompetensi digital ASN sehingga kebutuhan peningkatan kapasitas dapat diketahui secara lebih akurat.
“Ini untuk melihat gambaran seberapa terliterasinya ASN kita dalam konteks teknologi digital,” ujarnya.
Menurutnya, pemetaan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemprov Sultra meningkatkan Indeks Pemerintahan Digital. Transformasi digital, kata dia, tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kominfo, tetapi harus dilakukan bersama oleh seluruh perangkat daerah.
“Kominfo hanya menjadi fasilitator. Transformasi digital dilakukan oleh kita semua. Misalnya dari tanda tangan basah menjadi tanda tangan elektronik, atau dari penggunaan Sisumaker menuju SRIKANDI, itu bagian dari transformasi digital,” katanya.
Pengukuran akan melibatkan lebih dari 24.700 ASN Pemprov Sultra, terdiri atas CPNS, PNS, PPPK, dan PPPK paruh waktu. Hasil pemetaan juga akan menjadi dasar pembentukan Gugus Tugas Talenta Digital ASN yang selanjutnya ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Sultra.
Pelaksanaan pengukuran dijadwalkan berlangsung pukul 08.00 hingga 16.00 WITA. Peserta tidak harus mengikuti kegiatan secara terus-menerus karena proses pengisian diperkirakan hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit dan dapat dilakukan menggunakan telepon seluler maupun komputer.
Untuk memantau partisipasi, Dinas Kominfo Sultra menyiapkan dashboard yang menampilkan perkembangan pengisian secara berkala berdasarkan perangkat daerah. Para PIC di masing-masing perangkat daerah juga diminta membantu menyebarluaskan informasi dan tautan pengukuran kepada seluruh ASN.
“Kita sangat berharap tingkat partisipasi kita tinggi. Ini bukan hanya kegiatan Kominfo, tetapi untuk kita semua. Hasilnya akan menjadi gambaran kondisi kompetensi digital ASN sekaligus dasar untuk menentukan kebutuhan pengembangan kapasitas ke depan,” pungkasnya.
Technical Meeting tersebut turut menghadirkan Firdaus Masyhur dari BBLSDM Komdigi Wilayah Makassar yang memberikan penjelasan teknis mengenai pelaksanaan Pengukuran Kompetensi Digital ASN.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....