Direktur ANRI: Baubau Kaya Arsip Peradaban Buton

  • 25 Jun 2026 12:18 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau – Kota Baubau dinilai memiliki kekayaan arsip yang luar biasa sebagai warisan dari kejayaan Kerajaan dan Kesultanan Buton. Arsip-arsip tersebut diyakini menyimpan jejak sejarah dan perjalanan peradaban yang menjadi identitas daerah sekaligus aset berharga bagi generasi mendatang.

Hal tersebut disampaikan Direktur Kearsipan Daerah I Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Irwanto Eko Saputro, saat menjadi narasumber dalam Sosialisasi Kebijakan Pemeliharaan dan Penyusutan Arsip Dinamis yang digelar di Auditorium Perpustakaan Daerah Kota Baubau, Rabu 24 Juni 2026.

Menurut Irwanto, meskipun belum melihat secara langsung seluruh khazanah arsip yang dimiliki Baubau, ia meyakini daerah ini memiliki kekayaan arsip yang sangat besar karena merupakan pewaris sebuah peradaban besar di masa lampau.

“Kota Baubau pasti kaya dengan arsip. Saya belum melihatnya langsung, tetapi saya memastikan itu, karena kota ini adalah warisan dari kejayaan sebuah peradaban. Arsip bisa menjelaskan segalanya, karena itu sejak dini kita semua harus memilah dan merawatnya dengan baik,” ujarnya.

Irwanto yang juga dikenal sebagai pengembang aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) menjelaskan, pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan saat ini tengah gencar melakukan program repatriasi arsip, yakni pengembalian arsip-arsip bersejarah dan naskah kuno Indonesia yang selama ini tersimpan di luar negeri.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk menjaga dan merawat arsip yang masih tersimpan, baik di lingkungan pemerintahan maupun yang dimiliki masyarakat secara pribadi.

“Arsip-arsip bersejarah yang masih ada saat ini mohon dirawat dengan baik, karena itu merupakan kekayaan sekaligus cermin kemajuan peradaban. Demikian pula arsip pemerintahan harus dipelihara sesuai retensi dan klasifikasinya agar tidak menumpuk dan sulit dikelola,” tegasnya.

Selain pemeliharaan fisik, Irwanto menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam sistem pengelolaan arsip. Menurutnya, transformasi digital dan budaya kerja paperless yang kini berkembang di lingkungan pemerintahan harus diimbangi dengan kemampuan pengelolaan arsip digital yang baik.

“Ingat, kita memiliki banyak arsip vital, tetapi sering kali kurang memahami cara merawat dan mengelolanya,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Baubau melalui Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Baubau, La Ode Aswad mengingatkan seluruh peserta sosialisasi dan bimbingan teknis agar mengikuti kegiatan dengan serius.

Menurutnya, profesi arsiparis di masa depan akan memiliki peran strategis sebagai penjaga sekaligus penyelamat kekayaan daerah.

“Ingat, banyak daerah kalah dalam gugatan hukum karena ketidakmampuan mengarsipkan dokumen dengan baik. Kantor-kantor hanya menumpuk dokumen, tetapi lupa mengatur dan merawatnya. Karena itu, klasifikasi, perawatan, dan sistem penyimpanan arsip harus menjadi perhatian sejak sekarang,” ujar La Ode Aswad.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Baubau, Arlis, menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman aparatur mengenai tata kerja Lembaga Kearsipan Daerah (LKD) sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang kearsipan.

“Kondisi saat ini jumlah arsiparis di Kota Baubau masih terbatas, sehingga peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan yang sangat penting,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Dr. Hj. Usnia. Ia mengapresiasi Pemerintah Kota Baubau yang menjadi daerah pertama di Sulawesi Tenggara menyelenggarakan kegiatan tersebut dengan menghadirkan langsung Direktur Kearsipan Daerah I ANRI sebagai narasumber utama.

Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Pemeliharaan dan Penyusutan Arsip Dinamis berlangsung selama tiga hari dan akan berakhir pada Jumat (26/6/2026). Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri utama, yakni Irwanto Eko Saputro, ST., MMSI selaku Direktur Kearsipan Daerah I ANRI dan Dra. Euis Shariasih, MM, Arsiparis Ahli Madya ANRI.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pengelolaan arsip di lingkungan Pemerintah Kota Baubau semakin tertata, modern, dan mampu menjaga warisan sejarah daerah sebagai bagian penting dari identitas peradaban Buton.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....