Wabup Bombana Sampaikan Tiga Isu Strategis ke Kemendagri
- 04 Jun 2026 14:20 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Bombana - Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani, mengikuti kegiatan REBOAN (Rembuk dan Bincang-Bincang Otonomi Daerah) yang digelar Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri secara virtual dari Ruang Rapat Measa Laro, Kantor Bupati Bombana, Rabu 3 Juni 2026.
Forum tersebut diikuti kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia. Kegiatan ini menjadi wadah diskusi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat terkait pelaksanaan otonomi daerah serta berbagai persoalan yang dihadapi masing-masing daerah.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Yani menyampaikan sejumlah isu strategis yang masih menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bombana. Di antaranya penguatan program pemerintahan berbasis digital, peningkatan layanan kelistrikan, dan kondisi infrastruktur jalan menuju wilayah kepulauan.
| Baca juga: Bupati Bombana Lantik Tiga Pj Kepala Desa |
Menurut Ahmad Yani, pengembangan pemerintahan berbasis digital masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya masih adanya desa yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi secara memadai.
“Program pemerintahan berbasis digital masih menjadi tantangan bagi kami. Saat ini masih ada sejumlah desa yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi secara memadai. Kondisi ini tentu menjadi perhatian karena layanan digital membutuhkan dukungan infrastruktur yang baik,” ujarnya.
Selain jaringan telekomunikasi, Pemerintah Kabupaten Bombana juga menyoroti kebutuhan peningkatan layanan kelistrikan di beberapa wilayah. Ketersediaan listrik dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas masyarakat dan percepatan pembangunan daerah.
“Kami juga menyampaikan kebutuhan peningkatan layanan kelistrikan di beberapa wilayah. Ketersediaan listrik yang memadai sangat dibutuhkan untuk mendukung aktivitas masyarakat maupun pengembangan daerah,” katanya.
Pada forum tersebut, Ahmad Yani turut mengangkat kondisi infrastruktur jalan menuju Kecamatan Kabaena. Menurutnya, akses jalan yang belum memadai masih menjadi kendala bagi masyarakat, meski kawasan tersebut memiliki potensi ekonomi yang besar.
“Kondisi jalan menuju Kabaena juga kami sampaikan dalam forum ini. Padahal wilayah tersebut memiliki potensi besar, termasuk aktivitas pertambangan, namun masyarakat masih menghadapi kendala akses akibat kondisi jalan yang belum memadai,” ungkapnya.
Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan, Ditjen Otonomi Daerah Kemendagri menyatakan siap memfasilitasi komunikasi dan koordinasi dengan kementerian maupun lembaga terkait sesuai bidang kewenangannya.
Persoalan jaringan telekomunikasi akan dikomunikasikan dengan Kementerian Komunikasi dan Digital. Sementara kebutuhan peningkatan layanan kelistrikan akan diteruskan kepada PT PLN (Persero), dan persoalan infrastruktur jalan di Kabaena akan dibahas lebih lanjut bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Melalui forum REBOAN, Pemerintah Kabupaten Bombana memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan kebutuhan daerah sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat guna mendukung percepatan pembangunan di Bombana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....