Zikir Rutin Kemenag Sultra Perkuat Integritas ASN
- 29 Apr 2026 11:46 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Kendari — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, Mansur, menegaskan pentingnya membersihkan “toksin” dalam pekerjaan sebagai bagian dari penguatan integritas Aparatur Sipil Negara (ASN), melalui kegiatan zikir dan doa bersama yang digelar di Masjid Amal Bakti Kanwil Kemenag Sultra, Rabu, 29 April 2026.
Kegiatan zikir rutin yang dilaksanakan setiap hari Rabu ini menjadi ruang refleksi spiritual bagi ASN untuk memperkuat keikhlasan, tanggung jawab, dan kualitas pelayanan publik. Kegiatan diikuti ASN Kanwil Kemenag Sultra, ASN pada 17 Kemenag kabupaten/kota, madrasah, KUA, pondok pesantren, serta penyuluh agama Islam se-Sultra, baik secara luring maupun daring.
Dalam arahannya, Mansur menekankan bahwa zikir bukan sekadar rutinitas, melainkan ruang perjumpaan antara tugas dan keikhlasan, serta antara jabatan dan pertanggungjawaban.
“Zikir ini bukan hanya kegiatan rutin setiap hari Rabu, tetapi menjadi ruang perjumpaan antara tugas dan keikhlasan kita, antara jabatan dan tanggung jawab kita,” ujarnya.
Ia mengingatkan dua hal utama yang perlu menjadi perhatian ASN. Pertama, pentingnya menghindari “toksin” dalam pekerjaan, seperti rasa malas, bekerja tidak sungguh-sungguh, mengabaikan tanggung jawab, dan tidak menghargai tugas. Menurutnya, sikap-sikap tersebut dapat merusak profesionalisme dan semangat pengabdian.
“Kalau pakaian kotor kita cuci, kendaraan berdebu kita bersihkan, maka hati dan pekerjaan kita juga harus dibersihkan dari toksin. Itulah pentingnya zikir,” tegasnya.
Mansur menambahkan, zikir dapat menghadirkan ketenangan hati dan energi positif yang berdampak pada peningkatan kinerja ASN. Dengan kondisi batin yang tenang, ASN diharapkan mampu bekerja lebih profesional dan bertanggung jawab.
Poin kedua yang ditekankan adalah kesadaran bahwa setiap pekerjaan berada dalam pengawasan Allah SWT. Kesadaran ini dinilai penting untuk menumbuhkan integritas, menjaga amanah, serta membentuk keteladanan di lingkungan kerja dan masyarakat.
“CCTV Allah SWT jauh lebih dahsyat dari pengawasan pimpinan. Jika kita menyadari bahwa Allah selalu melihat apa yang kita lakukan, maka kita akan bekerja secara profesional dan penuh integritas,” ujarnya.
Ia menegaskan, penguatan spiritual melalui zikir diharapkan mampu melahirkan ASN yang profesional, inovatif, bertanggung jawab, dan menjadi teladan, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan sosial.
“Semoga zikir rutin ini menjadi kekuatan spiritual bagi seluruh ASN untuk menghilangkan berbagai ‘toksin’ dalam pekerjaan dan memperkuat nilai profesionalisme, tanggung jawab, integritas, serta keteladanan dalam menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....