Pemkot Baubau Tata dan Relokasi Pasar Wameo

  • 18 Feb 2026 06:56 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau – Pemerintah Kota Baubau tengah menseriusi penataan estetika Kota melalui relokasi dan penataan ulang Pasar Wameo. Langkah ini bertujuan mengurai kesemrawutan sekaligus meningkatkan kenyamanan bagi pedagang dan pembeli.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Baubau, Suarmawati, menjelaskan bahwa persiapan telah dimulai sejak Rabu, 11 Februari 2026. Puncaknya, Wali Kota Baubau, Yusran Fahim, bersama Wakil Wali Kota, Wa Ode Hamsinah Bolu, Sekda La Ode Darus Salam, dan jajaran OPD meninjau langsung kondisi pasar pada Minggu, 16 Februari 2026 sebagai langkah awal relokasi pedagang dari luar daerah yang kerap berjualan di bahu jalan.

Penataan Pasar Wameo menyasar beberapa poin penting, antara lain relokasi pedagang pasar tumpah agar tidak mengganggu arus lalu lintas, dan optimalisasi los pasar sehingga pedagang kembali menempati los yang telah dimiliki sebelumnya. Aktivitas bongkar muat barang dibatasi hingga pukul 07.00 WITA, setelah itu area parkir harus kosong dari aktivitas jual beli di atas kendaraan.

“Para pedagang mobil pun telah menandatangani pakta integritas bersama petugas parkir sebagai bentuk komitmen menjaga ketertiban,” ujarnya, Selasa, 17 Februari 2026.

Suarmawati menambahkan, meski persiapan matang, jadwal relokasi disesuaikan. Rencana awal yang semula dilakukan dalam waktu dekat, kini dijadwalkan Senin, 23 Maret 2026 atau pasca Idul Fitri. Penundaan ini bertujuan menjaga stabilitas ekonomi dan mencegah lonjakan harga jelang Ramadan.

"Kami khawatir jika dilakukan relokasi besar-besaran saat ini, akan terjadi lonjakan harga akibat gangguan distribusi. Kami ingin memastikan Ramadan berjalan kondusif sambil terus melakukan sosialisasi yang matang kepada pedagang," imbuhnya.

Pemkot Baubau menegaskan, penataan dan relokasi Pasar Wameo merupakan langkah awal. Pola penataan ini akan diterapkan pada pasar-pasar lain di wilayah Kota Baubau untuk meningkatkan tertib dan kenyamanan pasar tradisional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....