DPRD Baubau Tinjau Bandara Betoambari, Dorong Pengembangan Perkuat Konektivitas
- 02 Okt 2026 20:03 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - DPRD Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, mendorong pengembangan Bandara Betoambari untuk meningkatkan pelayanan penerbangan. Pengembangan bandara dinilai penting untuk memperkuat konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Dorongan tersebut disampaikan Komisi II DPRD Baubau saat melakukan kunjungan lapangan ke Bandara Betoambari, Jumat 2 Oktober 2026. Kunjungan dilakukan untuk melihat langsung kondisi fasilitas serta perkembangan pengembangan bandara.
Ketua Komisi II DPRD Baubau, Roslina Rahim bersama Wakil Ketua Komisi II Ahdhyat Zamani dan anggota Komisi II masing-masing Ratna, Zanihu, La Ode Abdul Tamin, Nasiru, dan Gilang Siradja diterima Kepala Bandara Betoambari Anas La Bakara. Pertemuan berlangsung di ruang rapat bandara dan turut dihadiri antara lain Asisten II Setda Kota Baubau, Dahrul Dahlan, Asisten III, Sitti Munawar, Kadis Perkim dan Pertanahan, Abdul Karim dan Camat Betoambari, Edwar Sanjaya.

Roslina mengatakan kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut hasil Badan Musyawarah DPRD Baubau untuk melihat langsung pengembangan Bandara Betoambari. DPRD juga ingin mengetahui pekerjaan yang telah dilakukan setelah anggaran 2026 ditetapkan.
"Kami berkunjung untuk melihat secara langsung, mendengarkan secara langsung bagaimana pengembangan dari pada wilayah bandara kita,"kata Roslina. Menurutnya, DPRD juga ingin mengetahui kebutuhan yang masih perlu mendapat perhatian dalam pengembangan bandara.
Roslina menilai Bandara Betoambari memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu pintu masuk dan keluar Kota Baubau serta daerah di Kepulauan Buton. Keberadaan bandara juga dinilai dapat memberikan dampak terhadap pariwisata, perdagangan dan sektor ekonomi lainnya.

Roslina berharap peningkatan fasilitas dan pelayanan bandara dapat mendorong lebih banyak wisatawan datang ke Baubau. Menurutnya, pengembangan bandara perlu diarahkan agar mampu memenuhi standar pelayanan yang lebih tinggi.
"Kita menginginkan bandara kita ini go internasional, dia mendunia. Karena kita punya budaya yakni Benteng terluas di dunia, jadi kita harus ikut menyamakan,"ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi II DPRD Baubau juga meninjau langsung landasan pacu Bandara Betoambari. Peninjauan dilakukan pada Runway 22 dan Runway 04.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II Ahdhyat Zamani juga menekankan pentingnya memperhatikan hak masyarakat dalam proses pengembangan bandara. Dirinya mengatakan pemerintah dan DPRD memiliki komitmen agar tidak ada masyarakat yang dirugikan.
"Mengenai hak-hak warga tentu itu salah satu bagian dari komitmen kita supaya jangan ada yang dirugikan,"katanya. Dirinya menegaskan penyelesaian hak masyarakat harus dilakukan berdasarkan regulasi yang berlaku.
Ahdhyat menyebut pengembangan Bandara Betoambari masih membutuhkan dukungan anggaran pada tahun berikutnya. DPRD akan melihat kembali kebutuhan yang masih kurang sebagai bahan pembahasan untuk pengembangan pada 2027.
Salah satu kebutuhan yang didorong adalah peningkatan panjang runway dari 2.010 meter menjadi 2.100 meter. "Makanya kita cek lagi kebutuhan yang masih kurang supaya bisa 2.100 meter runway,"ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bandara Betoambari, Anas La Bakara mengatakan, Bandara Betoambari telah melalui proses verifikasi dan sertifikat bandar udaranya telah terbit dengan panjang landasan 2.010 meter.
"Memang bandara kita ini sudah diverifikasi dan sertifikat bandar udaranya sudah keluar dengan panjang 2.010 meter. Akan tetapi masih ada catatan," kata Anas.
Catatan tersebut lanjut Anas, berkaitan dengan pemenuhan aspek keselamatan penerbangan di kedua ujung landasan. Anas menjelaskan, area tersebut membutuhkan pemenuhan end strip dan Runway End Safety Area atau RESA yang memerlukan dukungan pembebasan lahan.
"Untuk memenuhi ini, dua ujung itu butuh dukungan pembebasan lahan. Nah, inilah yang tadi bersama kita tinjau bersama DPRD Komisi II, kemudian Asisten II Pemerintah Kota Baubau,"ujarnya.

Pihaknya berharap, seluruh kebutuhan tersebut dapat selesai sehingga pengoperasian Bandara Betoambari dapat berjalan tanpa catatan. Pemenuhan fasilitas keselamatan menjadi bagian penting sebelum peningkatan jenis dan kapasitas pesawat yang beroperasi di bandara.
Anas mengatakan, dukungan DPRD dan Pemerintah Kota Baubau sangat penting dalam pengembangan Bandara Betoambari. Menurutnya, pengembangan fasilitas bandara diharapkan dapat mendorong pertumbuhan konektivitas udara dengan keselamatan dan kenyamanan masyarakat tetap menjadi prioritas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....