Menteri Pariwisata Ajak KADIN Perkuat Realisasi Investasi Pariwisata
- 12 Sep 2026 11:34 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID,Baubau - Kementerian Pariwisata memperkuat upaya pemerataan investasi pariwisata ke berbagai wilayah Indonesia, terutama di luar Jakarta dan Bali, untuk memperluas manfaat ekonomi sektor pariwisata melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dilansir dari Kemenpar.go.id, Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana dalam forum Monthly Economic Diplomatic Breakfast yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jumat 11 September 2026 mengatakan, realisasi investasi pariwisata Indonesia mencapai rekor Rp73,56 triliun pada 2025.
“Saat ini sekitar 76,5 persen investasi pariwisata berada di Jakarta dan Bali, dengan 75 persen di antaranya berupa pembangunan hotel dan restoran. Karenanya kami saat ini melakukan diversifikasi investasi di destinasi prioritas lainnya di luar Bali dan Jakarta,” kata Menpar Widiyanti.
Kondisi tersebut menunjukkan masih terbukanya ruang yang luas untuk memperluas investasi pariwisata, baik dari sisi wilayah maupun ragam usaha. Pemerintah karena itu secara aktif mengundang investor asing dan mitra internasional, termasuk melalui dukungan KADIN Indonesia, untuk mengarahkan investasi ke 13 Destinasi Prioritas dan 10 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata.
Investasi juga diarahkan pada sektor yang lebih beragam di luar hotel dan restoran, khususnya infrastruktur pendukung aksesibilitas, seperti marina kapal pesiar, serta pengembangan daya tarik wisata baru. Diversifikasi tersebut diharapkan dapat membentuk ekosistem pariwisata yang semakin kuat sekaligus membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi daerah.
“Pemerintah menyediakan berbagai fasilitas kemudahan, mulai dari pengurangan pajak penghasilan (tax allowance), insentif bagi industri padat karya, hingga pembebasan bea masuk untuk peralatan wisata dan yacht,”kata Menpar Widiyanti.
Menpar Widiyanti mengatakan peluang pemerataan investasi semakin terbuka seiring dengan pergeseran pola perjalanan wisatawan yang tidak lagi hanya berpusat di Jawa dan Bali. Sejumlah destinasi di luar kawasan tersebut menunjukkan pertumbuhan kunjungan yang kuat pada awal 2026.
Kunjungan wisatawan ke Danau Toba, misalnya, tumbuh lebih dari 106 persen, sedangkan Lombok–Gili Tramena meningkat 72,1 persen. Labuan Bajo juga terus menunjukkan pertumbuhan kunjungan dan menjadi salah satu destinasi yang memiliki prospek pengembangan investasi pariwisata.
“Pemerintah memastikan kawasan wisata utama tersebut dalam kondisi aman dan siap menyambut pengunjung di tengah upaya pemulihan pascadampak bencana di wilayah Flores,”kata Menpar Widiyanti.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....