Kemenhut Perkuat Peran Generasi Muda Sebagai Pelopor Konservasi

  • 22 Agt 2026 14:59 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) menyelenggarakan Kemah Konservasi dalam rangka Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan, pada 20–21 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran generasi muda dalam mendukung pelestarian keanekaragaman hayati dan pengelolaan kawasan konservasi secara berkelanjutan.

Dilansir kemenhut.go.id, kegiatan tersebut mengusung tema “Kemah Konservasi HKAN 2026: Membangun Generasi Muda sebagai Pelopor Konservasi Indonesia”, kegiatan diikuti sekitar 100 generasi muda dan anggota Saka Wanabakti wilayah Jabodetabek. Kemah Konservasi dirancang tidak sekadar sebagai kegiatan perkemahan, tetapi sebagai ruang pembelajaran, pengembangan kepemimpinan, penguatan jejaring, serta pengalaman langsung bagi generasi muda untuk memahami dan mempraktikkan nilai-nilai konservasi.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Satyawan Pudyatmoko, dalam arahannya menekankan pentingnya memberikan ruang yang lebih luas kepada generasi muda untuk mengambil peran dalam konservasi. Generasi muda tidak hanya dipandang sebagai penerima edukasi, tetapi juga sebagai bagian dari kekuatan penggerak konservasi di masa kini dan masa depan.

“Konservasi tidak dapat hanya dilakukan oleh pemerintah. Kita membutuhkan generasi muda yang memiliki pengetahuan, keterampilan, kepemimpinan, sekaligus keberanian untuk mengambil peran dan menghadirkan aksi nyata bagi alam,” ujar Satyawan.

Kemah Konservasi HKAN 2026 menggunakan pendekatan Experiential Conservation Camp, yang menggabungkan pendidikan konservasi, nilai-nilai kepramukaan, kepemimpinan, kolaborasi, komunikasi, dan teknologi digital. Melalui pendekatan learning by doing, peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi memperoleh pengalaman langsung melalui simulasi, praktik, permainan edukatif, observasi, tantangan kelompok, dan refleksi.

Pembelajaran dikemas secara interaktif melalui berbagai tantangan yang memperkenalkan peserta pada peran dan ruang lingkup kerja Direktorat Jenderal KSDAE. Pada Krida Reksa Wana, misalnya, peserta mengikuti Wildlife Ranger Challenge untuk mengenal peran penjaga hutan dalam melindungi satwa liar dan menjaga kawasan konservasi. Peserta juga mengikuti Forest Guardian Mission yang memperkenalkan upaya perlindungan dan pengelolaan kawasan konservasi.

"Melalui rangkaian tersebut, peserta diajak melihat konservasi secara lebih utuh, mulai dari perlindungan kawasan dan pengamanan satwa, keterlibatan masyarakat, pemanfaatan jasa lingkungan, hingga pemulihan ekosistem"Ujar Satyawan Pudyatmoko.

Melalui seluruh rangkaian kegiatan, Kemah Konservasi HKAN 2026 diharapkan dapat memperkuat jejaring Youth Conservation sekaligus mendorong lahirnya berbagai rencana aksi, kampanye digital, dan inisiatif konservasi yang dapat dilanjutkan oleh peserta setelah kegiatan berakhir.

“Harapannya, setelah kembali dari Kemah Konservasi ini, para peserta tidak berhenti pada pengalaman selama dua hari. Mereka membawa pulang pengetahuan, membangun jejaring, dan yang paling penting, membawa aksi konservasi ke lingkungan masing-masing"Jelas Satyawan Budi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....