Pembatasan Penggunaan Gawai di Sekolah Dorong Interaksi Sosial Anak Lebih Sehat
- 21 Agt 2026 11:19 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Pembatasan penggunaan gawai di satuan pendidikan tidak hanya ditujukan untuk menjaga konsentrasi murid saat belajar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melindungi anak dari berbagai risiko di ruang digital.
Melansir kemendikdasmen.go.id, hal tersebut menjadi salah satu poin dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan.
Melalui kebijakan tersebut, penggunaan telepon seluler, jam pintar, maupun perangkat digital lainnya di lingkungan sekolah diarahkan agar lebih bijak dan digunakan untuk kepentingan yang mendukung pendidikan.
Pembatasan diharapkan dapat mengurangi berbagai potensi dampak negatif penggunaan gawai secara berlebihan, seperti kecanduan digital, perundungan siber atau cyberbullying, paparan konten negatif, hingga ancaman keamanan siber.
Selain berdampak terhadap keamanan anak di ruang digital, penggunaan gawai yang tidak terkendali juga dinilai dapat mengganggu interaksi sosial secara langsung. Karena itu, kebijakan ini diarahkan untuk mendorong komunikasi dan interaksi antarmurid serta mendukung Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Meski demikian, pemerintah tidak menerapkan pelarangan total. Gawai tetap dapat digunakan ketika dibutuhkan untuk kegiatan pembelajaran atas arahan guru, keadaan darurat, kebutuhan medis dan aksesibilitas, keperluan transportasi, maupun kebutuhan lain yang telah memperoleh izin sekolah.
Kebijakan tersebut juga selaras dengan upaya pemerintah dalam memperkuat pelindungan anak di ruang digital, termasuk mendukung implementasi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP Tunas.
Dalam penerapannya, sekolah diminta menyesuaikan tata tertib dengan kondisi masing-masing. Pengaturan penggunaan gawai diharapkan tetap mengedepankan pembinaan dan pendidikan, bukan sekadar pemberian hukuman kepada murid.
Peran orang tua juga dinilai penting untuk memastikan kebiasaan penggunaan gawai yang sehat tidak hanya diterapkan di sekolah, tetapi berlanjut di lingkungan keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....