Tiga Komunitas Literasi Sultra Teken PKS Bantuan Kebahasaan 2026

  • 30 Jun 2026 07:01 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Kendari - Tiga komunitas literasi di Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi memasuki tahap penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai bagian dari penyaluran Bantuan Pemerintah Bidang Kebahasaan dan Kesastraan Tahun 2026. Tahapan ini menjadi langkah penting dalam pelaksanaan program yang mendukung penguatan budaya literasi di daerah.

Penandatanganan PKS dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, bersama tiga komunitas penerima bantuan, yakni Pustaka Barakati, TBM Diary, dan TBM Inspirasi Kampung.

Karena lokasi komunitas berada di daerah yang berbeda, proses penandatanganan dilaksanakan secara bertahap. Ketua TBM Inspirasi Kampung, Aksan, menjadi pihak pertama yang menandatangani PKS di Baubau pada 18 Juni 2026.

Penandatanganan oleh Ketua TBM Diary, Andi Dhiah Masyita, di Kendari pada Sabtu, 20 Juni 2026. (Foto: BB Sultra)

Selanjutnya, Ketua Pustaka Barakati, La Ode Abdul Wahid, menandatangani perjanjian secara daring melalui Zoom Workplace pada 19 Juni 2026. Penandatanganan ditutup oleh Ketua TBM Diary, Andi Dhiah Masyita, di Kendari pada 20 Juni 2026. Seluruh rangkaian tersebut disaksikan oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara, Dewi Pridayanti.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara, Dewi Pridayanti, mengucapkan selamat kepada ketiga komunitas yang terpilih sebagai penerima bantuan pemerintah tahun ini.

"Semoga bantuan ini dapat dikelola dengan baik dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, khususnya dalam penguatan budaya literasi di Sulawesi Tenggara," ujarnya.

Ketua Pustaka Barakati, La Ode Abdul Wahid, Menandatangani Perjanjian Secara Daring melalui Zoom Workplace pada Jumat, 19 Juni 2026. (Foto: BB Sultra)

Bantuan Pemerintah Bidang Kebahasaan dan Kesastraan ini merupakan wujud komitmen nyata dan dukungan pemerintah terhadap peran aktif komunitas literasi akar rumput.

Selama ini, komunitas-komunitas tersebut telah menjadi garda terdepan dalam pembinaan, pengembangan, serta pelindungan bahasa dan sastra, baik Indonesia maupun daerah.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan program-program literasi kreatif yang digagas oleh komunitas dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat dan secara nyata meningkatkan indeks budaya baca di wilayah Sultra.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....