Menag Jadikan Bimwin Strategi Hulu Jaga Kesehatan Jiwa Anak

  • 08 Mar 2026 20:10 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Upaya pencegahan gangguan kesehatan jiwa pada anak perlu dimulai dari lingkungan terdekatnya, yakni keluarga. Sejumlah faktor risiko seperti konflik rumah tangga, tekanan ekonomi, hingga pola komunikasi yang tidak sehat dapat berdampak pada kondisi psikologis anak dalam jangka panjang.

Dilansir dari laman Kemenag.go.id, merespons hal tersebut, Kementerian Agama memperkuat program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) berbasis kesehatan mental bagi calon pengantin sebagai strategi pencegahan dari hulu. Langkah ini menjadi bagian dari “Program Bersama 9 K/L” yang disepakati dalam Rapat Tingkat Menteri di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, Kamis 5 Maret 2026.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa ketahanan emosional keluarga sangat menentukan tumbuh kembang anak. “Kegagalan rumah tangga berdampak besar terhadap kondisi psikis anak. Karena itu kita tidak bisa serta-merta menyalahkan anak ketika muncul persoalan. Sering kali akar masalahnya berada pada dinamika keluarga,” ujar Menag.

Menurutnya, Bimbingan Perkawinan bukan sekadar persyaratan administratif menjelang akad nikah, melainkan ruang pembekalan komprehensif bagi calon pasangan untuk membangun keluarga yang sehat secara fisik, emosional, dan spiritual.

“Program Bimbingan Perkawinan ini berperan besar agar potensi masalah dalam rumah tangga dapat dicegah sedini mungkin. Kita ingin keluarga menjadi tempat paling aman dan nyaman bagi anak,” paparnya.

Melalui ribuan penghulu dan penyuluh agama yang tersebar di Kantor Urusan Agama (KUA) di seluruh Indonesia, Kemenag memberikan edukasi tentang pengasuhan positif, kesiapan emosional, komunikasi dalam keluarga, serta pemahaman dasar kesehatan jiwa.

Pendekatan spiritualitas juga menjadi bagian dari pembekalan tersebut. Menag mengingatkan pentingnya membangun rumah tangga dengan kesadaran nilai dan doa sebagai fondasi moral dan psikologis keluarga.

“Fondasi spiritual yang kuat akan membantu pasangan menghadapi dinamika kehidupan rumah tangga dengan lebih tenang dan dewasa,” ujarnya.

Kemenag juga terus memperkuat sinergi dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian Kesehatan dan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, agar materi Bimwin selaras dengan perspektif kesehatan mental modern.

Melalui penguatan Bimwin, pemerintah berharap dapat memutus mata rantai trauma antargenerasi dan membangun generasi yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang suportif, tangguh secara emosional, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Rekomendasi Berita