Pasar Wameo Ditertibkan, Sebagian Pedagang Direlokasi ke Waramusio
- 11 Feb 2026 21:54 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Pemerintah Kota Baubau tengah menyiapkan langkah strategis untuk menata kawasan Pasar Wameo yang kerap didera kemacetan dan kesemrawutan. Salah satu kebijakan utama yang akan diambil adalah merelokasi aktivitas bongkar muat pedagang dari luar daerah ke Terminal Waramusio.
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Baubau, Suarmawati, mengungkapkan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi pasar bagi pedagang lokal serta mengaktifkan kembali sarana terminal yang selama ini belum terfungsikan maksimal.
"Semua mobil yang membawa dagangan dari luar daerah seperti Buton Selatan, Buton Utara, hingga Muna, akan kita alihkan ke Terminal Waramusio. Jadi, pedagang lokal kita yang akan membeli barang di sana, sehingga aktivitas di dalam Pasar Wameo benar-benar tertib untuk pedagang lokal," ujar Suarmawati saat ditemui di Aula Palagimata, Rabu, 11 Februari 2026.
Pemkot Baubau menargetkan proses penataan ini sudah mulai berjalan sebelum memasuki bulan suci Ramadan, atau diperkirakan pada rentang tanggal 14 hingga 17 Februari mendatang. Selain relokasi ke terminal, Disperindag juga tengah menertibkan pelaku usaha yang masih berjualan di luar lapak resmi.
"Sebelum puasa, kita tertibkan mereka untuk menggunakan lapak yang sudah tersedia di dalam. Termasuk kios-kios dan pasar buah yang berada di depan Pegadaian, Kelurahan Tomba juga sedang kita tata agar lebih rapi, semacam konsep jogging track seperti yang ada di Kendari," tambahnya.
Langkah penataan ini melibatkan koordinasi intensif antar-instansi, mulai dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga bidang tata ruang dan aset. Mengingat Terminal Waramusio merupakan aset Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di bawah naungan UPTD, Pemkot Baubau tengah mengurus proses administrasinya.
"Secara lisan sudah ada penyampaian dari Pemerintah Provinsi untuk meminjamkan terminal tersebut kepada Kota Baubau. Saat ini kami sedang memproses administrasi, termasuk penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS)," jelas Suarmawati.
Meskipun ke depannya direncanakan untuk pengembangan pasar, namun untuk saat ini lokasi tersebut tetap difungsikan sebagai terminal guna mendukung kelancaran distribusi logistik pedagang.
Suarmawati berharap kebijakan ini dapat tersosialisasi dan diketahui oleh para sopir mobil logistik dari luar daerah. "Tujuannya jelas, agar Pasar Wameo tidak semrawut lagi dan terminal kita bisa kembali berfungsi sebagaimana mestinya," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....