Teater Sora Usung Sejarah dari Sudut Pandang Warga
- 22 Jun 2026 18:00 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau – Berbeda dengan pertunjukan teater konvensional yang umumnya mengandalkan panggung dan naskah baku, Teater Sora di Kota Baubau memilih menghadirkan karya yang lahir dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Melalui pendekatan riset lapangan, komunitas ini berupaya mengangkat sejarah dan realitas sosial dari sudut pandang warga biasa.
Dalam podcast bersama RRI Baubau, Inisiator Teater Sora, Andis menjelaskan, setiap karya yang diproduksi diawali dengan proses pengumpulan data langsung di lapangan. Tim kreatif berdialog dengan masyarakat untuk menggali cerita, pengalaman hidup, hingga sejarah lokal yang belum banyak terdokumentasikan.
Menurutnya, tantangan terbesar bukanlah menyusun alur pertunjukan, melainkan menemukan dan menghimpun data yang autentik dari masyarakat. Hal ini karena Teater Sora lebih tertarik mengangkat sejarah spekulatif dan narasi warga ketimbang cerita yang selama ini didominasi oleh sudut pandang penguasa.
"Kami mencoba melihat sejarah dari perspektif masyarakat biasa. Banyak cerita yang sebenarnya hidup di tengah warga, tetapi belum pernah mendapatkan ruang untuk disampaikan,"ujar Andis, Senin 22 Juni 2026.
Pendekatan tersebut terlihat dalam salah satu proyek mereka bertajuk Kandei Sora. Jika tradisi kande-kandea biasanya identik dengan sajian makanan dan perayaan budaya, Teater Sora justru menyoroti kisah orang-orang yang bekerja di balik layar, seperti para ibu yang menyiapkan hidangan dan warga yang terlibat dalam prosesnya.
Sementara itu, anggota Teater Sora, Harni, menjelaskan hasil riset kemudian diolah menjadi dramaturgi dan skenografi yang menjadi dasar pertunjukan. Dengan konsep teater ruang publik, warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga terlibat langsung dalam jalannya pertunjukan.
"Yang kami bangun bukan sekadar tontonan, tetapi pengalaman bersama antara seniman dan masyarakat," katanya.
Konsep tersebut membuat proses latihan para aktor berbeda dengan teater pada umumnya. Alih-alih menghafal dialog secara ketat, persiapan lebih banyak difokuskan pada penataan ruang pertunjukan dan koordinasi dengan masyarakat yang ikut berpartisipasi.
Melalui pendekatan ini, Teater Sora berharap seni pertunjukan dapat menjadi media untuk merekam ingatan kolektif masyarakat sekaligus memperkuat hubungan warga dengan sejarah dan ruang hidup mereka sendiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....