Peristiwa 1 Desember, Antartika Menjadi Benua Bebas Militer
- 01 Des 2024 11:31 WIB
- Baubau
KBRN Baubau: Dua belas negara, termasuk Amerika Serikat dan Uni Soviet, menandatangani Perjanjian Antartika, yang melarang aktivitas militer dan uji coba senjata di benua itu. Perjanjian ini merupakan perjanjian pengendalian senjata pertama yang ditandatangani pada masa Perang Dingin tanggal 1 Desember 1959
Dilansir dari history.com, sejak tahun 1800-an sejumlah negara, termasuk Inggris Raya, Australia, Chili, dan Norwegia, mengklaim sebagian wilayah Antartika. Klaim yang saling bersaing ini menyebabkan pertikaian diplomatik dan bahkan bentrokan bersenjata.
Pada tahun 1948, pasukan militer Argentina menembaki pasukan Inggris di wilayah yang diklaim oleh kedua negara. Insiden semacam itu, bersama dengan bukti bahwa Uni Soviet semakin tertarik pada Antartika, mendorong Amerika Serikat untuk mengusulkan agar benua itu dijadikan wali amanat Perserikatan Bangsa-Bangsa. Gagasan ini ditolak ketika tidak ada negara lain yang berkepentingan di benua itu yang setuju untuk menyerahkan klaim kedaulatan mereka kepada organisasi internasional.
Pada tahun 1950-an, beberapa pejabat di Amerika Serikat mulai menekan peran AS yang lebih aktif di Antartika, dan percaya bahwa benua itu mungkin memiliki potensi militer sebagai area untuk uji coba nuklir. Namun, Presiden Dwight D. Eisenhower mengambil pendekatan yang berbeda. Para diplomat AS, yang bekerja sama dengan rekan-rekan Soviet mereka, menyusun perjanjian yang menyisihkan Antartika sebagai zona bebas militer dan menunda penyelesaian klaim teritorial untuk perdebatan di masa mendatang.
Tidak boleh ada kehadiran militer di benua itu, dan tidak boleh ada pengujian senjata apa pun, termasuk senjata nuklir. Usaha ilmiah diizinkan, dan para ilmuwan tidak akan dilarang melakukan perjalanan melalui area mana pun yang diklaim oleh berbagai negara. Belasan negara menandatangani dokumen tersebut.
Karena perjanjian itu tidak secara langsung merusak masalah kedaulatan teritorial di Antartika, para penandatangannya mencakup semua negara dengan klaim teritorial di benua itu. Dengan demikian, perjanjian itu menandai langkah pertama yang kecil tetapi signifikan menuju pengendalian senjata dan kerja sama politik AS-Soviet. Perjanjian tersebut mulai berlaku pada bulan Juni 1961, dan menetapkan standar bagi kebijakan dasar yang terus mengatur Antartika.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....