Panas Hujan Tak Surutkan Langkah Nasir, Pemulung Tangguh
- 27 Feb 2025 22:03 WIB
- Baubau
KBRN, Baubau : Di sudut-sudut Kota Baubau, seorang pria tua dengan gerobak tuanya terus melangkah. Bapak Nasir, pemulung berusia lanjut, setiap hari menyusuri jalanan mencari sampah yang bisa ditimbang demi sesuap nasi. Panas terik atau hujan deras tak menyurutkan langkahnya. Hidup keras, tetapi semangatnya lebih keras lagi.
Setiap pagi, pukul 06.30 WITA, Nasir sudah bersiap. Ia mendorong gerobaknya, menyusuri pasar, gang kecil, hingga sudut-sudut kota yang sering kali luput dari perhatian orang lain. Plastik, kardus, dan barang bekas lainnya ia kumpulkan dengan telaten. Tak ada jaminan ia akan membawa pulang hasil, tetapi ia tetap berusaha.
“Satu hari kadang saya bisa kumpulkan satu sampai dua kilogram sampah plastik sama kardus. Tapi pernah juga saya pulang tanpa dapat apa-apa,”ungkap Nasir saat ditemui di sekitar Pasar Laelangi, Kamis (27/2/2025). Dengan banyaknya pemulung di Baubau, persaingan semakin ketat. Namun, ia tak menyerah.
Di usianya yang tak muda lagi, Nasir memilih untuk tetap mandiri. Anak-anaknya sudah berkeluarga, tetapi ia tak ingin membebani mereka. Bersama sang istri, ia berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan keringat sendiri. “Selagi masih bisa berusaha, saya tidak mau merepotkan anak-anak,”katanya.
Rutinitasnya pun hampir tak berubah dari hari ke hari. Pagi hingga siang, ia berkeliling mengumpulkan sampah, lalu pulang untuk beristirahat sejenak. Menjelang sore, ia kembali turun ke jalan hingga matahari terbenam. Mungkin bagi sebagian orang, hidup seperti ini terasa berat. Namun bagi Nasir, ini adalah pilihan dan perjuangan yang harus dijalani.
Di tengah hiruk-pikuk kota, kisah Nasir mengingatkan kita tentang keteguhan hati dan perjuangan hidup. Tak ada keluhan, tak ada putus asa, hanya semangat yang tak pernah padam untuk terus bertahan. Kota boleh berubah, tetapi di setiap sudutnya, ada kisah inspiratif seperti Nasir yang patut kita hargai dan renungkan.