La Aci, Tukang Becak di Era Teknologi

  • 11 Feb 2025 21:03 WIB
  •  Baubau

KBRN, Baubau : Di tengah derasnya arus teknologi yang kian pesat, masih ada sosok-sosok yang setia dengan pilihan hidupnya meski dunia terus berubah. Salah satunya adalah Bapak La Aci (63), seorang tukang becak yang tetap setia dengan profesinya meski usia tak lagi muda.

Setiap pagi, La Aci mengayuh becaknya yang berwarna kuning dengan semangat, mencari rezeki untuk keluarganya di tengah Kota Baubau.

Usianya yang sudah tak lagi muda, ditandai dengan rambut yang memutih, bukan halangan bagi La Aci untuk terus bekerja keras. Sejak pagi hingga sore, ia mengayuh becak tua miliknya keliling kota, menawarkan jasa angkutan kepada warga.

Di tengah perkembangan zaman yang semakin mengandalkan teknologi, seperti penggunaan aplikasi transportasi online, La Aci tetap memilih jalan tradisional mengandalkan becak sebagai sumber penghasilannya.

Meski penghasilannya tidak menentu, La Aci tidak pernah kehilangan semangat. Setiap harinya, ia menantang cuaca dan kelelahan untuk mencari nafkah demi keluarganya.

Bagi Bapak La Aci, mengayuh becak adalah cara yang ia pilih untuk bertahan hidup.

“Kadang penghasilanku menarik becak ini setiap hari tidak cukup untuk kebutuhan di rumah, tapi saya tetap semangat cari uang, karena cuma dengan menarik becak saya bisa mendapatkan uang setiap hari,”ungkap La Aci saat ditemui di sekitar Pasar Karya Nugraha, Kota Baubau, pada Selasa (11/2/2025).

Setiap harinya, La Aci memulai aktivitasnya pada pukul 07.00 pagi dan baru berhenti sekitar pukul 05.00 sore. Menelusuri jalanan Baubau, ia berharap ada warga yang membutuhkan tumpangan, dan ia siap mengantarkan mereka ke tujuan dengan becaknya yang sudah menemani hidupnya bertahun-tahun.

Menjadi tukang becak di usia senja memang bukan pekerjaan yang mudah. Ketika banyak orang beralih ke teknologi dan pekerjaan yang lebih modern, La Aci tetap dengan prinsipnya. Ia tak pernah menyesal menjalani pekerjaan ini, meski hasilnya tak selalu stabil. Sebagai seorang ayah dari enam anak, tanggung jawabnya besar, dan ia tak mau menyerah begitu saja.

Sosok Bapak La Aci adalah cerminan keteguhan hati, di mana semangat juang dan dedikasi untuk keluarga mengalahkan segala keterbatasan usia dan perubahan zaman. Di tengah dunia yang semakin terhubung dengan teknologi canggih, ia tetap bertahan dengan cara hidup yang sederhana, mengayuh becak dengan penuh semangat untuk masa depan keluarganya.

Rekomendasi Berita