Zulkarnain, 25 Tahun Setia Menjahit Sepatu dan Sandal di Baubau

  • 28 Jan 2025 13:52 WIB
  •  Baubau

KBRN, Baubau: Di depan pintu masuk Pasar Wameo, tangan Zulkarnain terlihat cekatan. Jarum, benang, dan lem menjadi senjata utamanya dalam memperbaiki sepatu dan sandal yang rusak. Pria berusia 53 tahun ini sudah 25 tahun menekuni profesi sebagai tukang jahit sepatu dan sandal di Kota Baubau.

“Setiap pagi, pukul 07.00, saya sudah berada di sini. Saya siapkan alat-alat saya, lalu mulai bekerja hingga pukul 17.00 sore,”ujar Zulkarnain kepada RRI Baubau, Minggu(26/1/2025).

Profesi ini dijalaninya demi menghidupi keluarganya. Sebagai ayah dari empat orang anak, Zulkarnain menyadari betul bahwa kebutuhan rumah tangga tidak pernah surut. Meski pendapatannya kerap pas-pasan, ia tetap bertahan.

“Kadang penghasilan sehari hanya cukup untuk makan. Tapi, saya bersyukur masih bisa bekerja dan menafkahi keluarga,”ungkapnya dengan senyuman kecil.

Jasa sol sepatu yang ditawarkan Zulkarnain mencakup perbaikan ringan hingga berat. Biayanya pun bervariasi, tergantung pada tingkat kerusakan. Misalnya, untuk sandal yang talinya putus, tarifnya lebih terjangkau dibanding sepatu kulit yang memerlukan jahitan ulang dan lem khusus.

Zulkarnain mengaku bahwa himpitan ekonomi adalah salah satu alasan mengapa ia tetap setia dengan profesi ini. Meskipun pekerjaan lain pernah ia coba, tetap saja jasa reparasi sepatu menjadi andalannya. Dengan penghasilan yang tidak selalu stabil, ia harus berjibaku setiap hari demi memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Saya hanya berharap ada rezeki cukup untuk anak-anak dan keluarga. Selama saya masih kuat, saya akan terus bekerja,”katanya penuh tekad.

Di tengah modernisasi, di mana produk-produk baru menggantikan barang-barang lama yang rusak, sosok seperti Zulkarnain menjadi pengingat akan nilai perjuangan dan keberlanjutan. Ia adalah bukti bahwa profesi tradisional masih punya tempat di hati masyarakat. Para pelanggan pun tetap setia datang ke tempatnya, mempercayakan sepatu dan sandal mereka untuk diperbaiki.

Bagi Zulkarnain, setiap pasang sepatu yang kembali layak pakai adalah bukti kerja kerasnya, sekaligus sumber kebanggaan yang tak ternilai.

Rekomendasi Berita