Cerita di Balik Stik Ubi Ungu yang Menggugah Selera
- 23 Jan 2025 14:55 WIB
- Baubau
KBRN, Baubaui: Berawal dari semangat membangun kemandirian, Yayasan Halimbubu Angin Literasi tumbuh menjadi sebuah yayasan yang tidak hanya bergerak di bidang kepemudaan, tetapi juga berinovasi dalam dunia ekonomi kreatif. Di bawah naungan yayasan ini, Divisi Ekonomi Kreatif yang dipimpin oleh Fitria Wahab berhasil menciptakan produk unik yang kini menjadi andalan yakni stik ubi ungu.
“Awalnya, kami membuat stik bawang untuk bazar. Alhamdulillah, banyak yang suka. Lalu kami berpikir, kenapa tidak membuat yang manis? Setelah mencari ide, akhirnya kami memproduksi stik ubi ungu. Ini unik karena belum ada di Baubau, dan ternyata masyarakat sangat menyukainya,”cerita Fitria Wahab, Ketua Divisi Ekonomi Kreatif Halimbubu Store kepada rri.co.id, Selasa(14/1/2025).
Keunggulan produk ini terletak pada bahan utamanya yang sehat dan alami. Dibuat dari ubi ungu asli tanpa pengawet maupun pemanis buatan, stik ini juga rendah gula, memberikan rasa manis yang pas di lidah.
“Kami menggunakan lebih banyak ubi dibandingkan tepung, karena ingin menonjolkan keaslian dan manfaat kesehatan dari ubi ungu,”tambah Fitri.
Proses Produksi dan Tantangan
Dalam sekali produksi, Halimbubu Store mampu menghasilkan hingga 55 pouch stik ubi ungu dari sekitar 5 kilogram adonan. Proses pembuatannya sederhana, namun fokus pada kualitas bahan baku dan proporsi yang tepat.
Namun, perjalanan tiga tahun mengembangkan usaha ini bukan tanpa tantangan. Sumber daya manusia menjadi kendala utama, terutama dengan tingginya permintaan pasar.
“Kami benar-benar membutuhkan tambahan tenaga kerja agar bisa memenuhi permintaan. Selain itu, pemasaran online kami masih sangat terbatas. Meskipun sudah mulai berjalan, branding di media sosial perlu ditingkatkan,”jelas Fitri.
Saat ini, produk Halimbubu Store sudah tersedia di beberapa minimarket modern di Baubau, seperti Liwanda, Gora, One Mart, dan Dua Sekawan. Dengan harga Rp24.200 per pouch, usaha ini mampu meraih omzet sekitar Rp3,8 juta per bulan dari rata-rata penjualan 160 pouch.
Prie, Pembina Yayasan Halimbubu Angin Literasi, menekankan bahwa usaha ini tidak hanya untuk menopang yayasan, tetapi juga untuk mengubah pola pikir generasi muda.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kita bisa mandiri tanpa terus bergantung pada bantuan. Ini tentang menjaga marwah yayasan dan memberi teladan kepada anak muda,”ungkapnya.
Fokus Masa Depan
Ke depan, Halimbubu Store akan tetap fokus pada produk stik ubi ungu yang menjadi best seller, di samping stik bawang. Inovasi produk baru mungkin akan dipertimbangkan, tetapi untuk saat ini, mereka ingin memantapkan produk yang sudah ada.
“Insya Allah, kami terus berproduksi. Kami ingin stik ubi ungu ini tidak hanya menjadi favorit di Baubau, tetapi juga dikenal lebih luas. Kami percaya, dengan kerja keras dan dukungan yang tepat, kami bisa membawa usaha ini ke tingkat yang lebih tinggi,”tutup Fitri penuh optimisme.