Kemarau Melanda, Harga Air Tangki Baubau Masih Stabil
- 27 Agt 2026 17:52 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Di tengah kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah, kebutuhan masyarakat terhadap air bersih mulai menjadi perhatian. Namun, permintaan air tangki di Kota Baubau, dalam dua bulan terakhir masih tergolong stabil.
Salah satu pengusaha air tangki, Defer, mengatakan belum terjadi lonjakan permintaan yang signifikan. Harga air tangki juga masih bertahan dan belum mengalami kenaikan.
“Permintaan selama dua bulan terakhir masih stabil. Untuk harga juga belum ada kenaikan, dalam satu hari saya layani sampai 10 pesanan air tangki,” kata Defer, Kamis 27 Agustus 2026.
Menurutnya, untuk menjaga ketersediaan air, pihaknya secara berkala mengisi air tanah ke dalam bak penampungan. Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi apabila sumber air mengalami penurunan debit atau kekeringan akibat musim kemarau yang berkepanjangan.
Saat ini, air tangki masih dijual dengan harga sekitar Rp50 ribu untuk kapasitas 2.000 liter.
Di sisi lain, kondisi kemarau diperkirakan masih akan berlangsung cukup panjang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Baubau memprediksi fenomena El Nino masih berlangsung hingga akhir 2026.
Fenomena tersebut berpotensi memicu cuaca panas berkepanjangan sekaligus meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan.
Kepala BMKG Baubau, Adi Istiono, mengatakan dampak El Nino tidak hanya berkaitan dengan meningkatnya suhu udara dan potensi kebakaran lahan, tetapi juga dapat berdampak terhadap ketersediaan air tanah, khususnya di wilayah perkotaan.
Menurut Adi, debit air tanah diperkirakan mengalami penurunan seiring dengan berlangsungnya musim kemarau serta kondisi cuaca panas ekstrem yang berkepanjangan.
“Saat kemarau panjang kondisi air tanah pasti berkurang, sehingga bagi para petani yang menanam tanaman yang ketergantungan air lebih mangatur penggunaan airnya karena anomaly el nino ini dikhawatirkan tanaman tidak dapat tumbuh subur karena kekurangan air,”tambah Adi.
Karena itu, masyarakat diimbau menggunakan air bersih secara bijak dan tidak berlebihan. Langkah tersebut penting dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan berkurangnya ketersediaan air tanah apabila kondisi kemarau terus berlangsung.
Meski harga air tangki saat ini masih relatif stabil, masyarakat tetap diminta mengantisipasi dampak kemarau dengan menghemat penggunaan air dan menjaga ketersediaan sumber air bersih di lingkungan masing-masing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....