Kementerian UMKM Perkuat Kapasitas Wirausaha Muda melalui WIBAWA Grow Day 2026

  • 21 Jul 2026 23:39 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas ekosistem kewirausahaan di kalangan generasi muda. Melalui gelaran WIBAWA Grow Day 2026 yang berkolaborasi dengan Universitas Sebelas Maret (UNS), Kementerian UMKM membekali ratusan mahasiswa untuk siap menjadi wirausahawan mandiri dan berdaya saing tinggi.

Melansir dari umkm.go.id, kegiatan tesebut merupakan wujud nyata implementasi Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional. Fokus utamanya adalah mendorong rasio kewirausahaan nasional sekaligus mencetak wirausaha muda yang mampu membuka lapangan kerja baru.

"Keberhasilan wirausaha masa depan dibangun melalui keberanian mengambil langkah pertama, kedisiplinan menguji pasar, serta kemauan untuk terus belajar dan bertumbuh melalui dukungan ekosistem yang disiapkan pemerintah," ujar Deputi Kewirausahaan Kementerian UMKM, M. Riza Damanik, Sabtu 18 Juli 2026.

Riza menegaskan Kementerian UMKM hadir untuk memastikan setiap gagasan kewirausahaan tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi mampu diuji di pasar, menghasilkan produk yang menjawab kebutuhan konsumen, menerapkan tata kelola keuangan yang disiplin, serta membangun kepercayaan pasar secara berkelanjutan.

"Ide yang baik belum tentu menjadi bisnis yang baik. Ide harus diuji, produk harus menjawab kebutuhan, pasar harus dipahami, keuangan harus dicatat, dan usaha harus terus diperbaiki," katanya.

Menurut Riza, penyelenggaraan WIBAWA Grow Day 2026 merupakan langkah konkret Kementerian UMKM dalam mengimplementasikan Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional.

Regulasi tersebut menjadi pedoman penguatan ekosistem kewirausahaan nasional melalui kolaborasi antara kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan.

"Kebijakan besar ini diarahkan untuk mempercepat peningkatan rasio kewirausahaan nasional menjadi 3,6 persen pada tahun 2029 dan mencapai target optimistis 8 persen pada tahun 2045," ujarnya.

Sebagai bagian dari keberlanjutan program, seluruh rangkaian PRO-KESRA Produktif diintegrasikan dengan SAPA UMKM, platform layanan terpadu milik Kementerian UMKM yang memberikan akses berbagai layanan pengembangan usaha bagi wirausaha.

Riza berharap sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi melalui program ini dapat menjadi inspirasi bagi kampus-kampus lain di Indonesia untuk melahirkan lebih banyak wirausaha muda yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing.

"Keberhasilan wirausaha masa depan dibangun melalui keberanian mengambil langkah pertama, kedisiplinan menguji pasar, serta kemauan untuk terus belajar dan bertumbuh melalui dukungan ekosistem yang disiapkan pemerintah," ujar Riza.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....