Sambal Ikan Asap Baubau Tawarkan Aroma Smoky Khas
- 01 Jun 2026 15:03 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Di tengah banyaknya produk sambal kemasan yang beredar di pasaran, kelompok usaha Katapayi Sulaa di Kota Baubau menghadirkan sesuatu yang berbeda. Bukan sekadar sambal biasa, melainkan sambal berbahan dasar ikan asap yang menawarkan cita rasa khas dengan aroma smoky yang kuat.
Produk ini lahir dari upaya pelaku usaha lokal untuk meningkatkan nilai tambah ikan asap yang sebelumnya telah lebih dulu diproduksi. Inovasi tersebut kini menjadi salah satu produk unggulan yang mulai dikenal sebagai oleh-oleh khas Baubau.
Ketua Produksi Katapayi Sulaa, Linda mengatakan ide pembuatan sambal ikan asap muncul setelah kelompok usahanya memproduksi ikan asap sejak tahun 2020. Dari pengalaman tersebut, mereka melihat peluang untuk mengembangkan produk baru yang lebih variatif.
"Jadi awal mula dari sambal ikan asap ini karena memang sebelumnya kami sudah memproduksi ikan asap. Nah salah satu yang kita angkat adalah sambal ikan asap tuna dan sambal ikan asap cakalang,"ujarnya, Senin, 1 Juni 2026.
Menurut Linda, penggunaan ikan asap sebagai bahan baku utama bukan tanpa alasan. Selain ketersediaan bahan yang sudah dimiliki kelompok usaha, aroma khas hasil pengasapan menjadi pembeda utama dibandingkan produk sambal lainnya.
"Yang pertama memang karena produk kita ini bahan bakunya sudah ada yakni ikan asap. Yang kedua memang ada rasa unik dari sambal ini karena rasa yang smoky, jadi dia memang menghasilkan aroma yang khas dari ikan asap,"katanya.
Hingga saat ini, proses produksi sambal ikan asap masih dilakukan secara manual. Ikan yang telah diasap kemudian dipadukan dengan cabai, bawang, dan berbagai bumbu pilihan yang diracik secara seimbang agar cita rasa ikan tetap dominan tanpa menghilangkan karakter sambalnya.
Meski tanpa bahan pengawet, produk tersebut mampu bertahan hingga enam bulan dalam kemasan. Linda menyebut daya tahan tersebut telah didukung izin BPOM yang dimiliki produknya.
"Memang sambal kita ini bisa bertahan sampai 6 bulan. Tetapi ketika sudah dibuka dari kemasan sebaiknya disimpan dalam kulkas. Dan kita sudah ada izin BPOM, serta tanpa bahan pengawet yang menjadi salah satu keunggulan produk kami yang aman buat kesehatan,"jelasnya.
Saat ini Katapayi Sulaa memproduksi dua varian, yakni sambal tuna asap dan sambal cakalang asap. Produk tersebut dipasarkan dalam dua pilihan kemasan, yakni botol plastik 150 gram seharga Rp30 ribu dan botol kaca 230 gram seharga Rp50 ribu.
Dari kedua varian tersebut, sambal tuna asap menjadi produk yang paling banyak diminati konsumen. Rasa yang lebih familiar di lidah masyarakat disebut menjadi salah satu faktor tingginya permintaan.
Pasar utama produk ini masih berada di wilayah Baubau dan sekitarnya. Namun, Linda mengungkapkan sambal ikan asap juga kerap dibawa sebagai buah tangan ke berbagai daerah di Indonesia.
"Untuk sambal ini sendiri memang pertama untuk pasar lokalnya kita daerah Baubau dan sekitarnya serta ada yang untuk oleh-oleh. Tapi untuk skala besar memang kita belum ada, tapi untuk dibawa sebagai oleh-oleh, sudah hampir ke semua daerah,"ujarnya.
Di balik peluang yang terus berkembang, usaha tersebut masih menghadapi tantangan, terutama terkait ketersediaan bahan baku dan perluasan pasar. Ketika harga ikan naik atau stok terbatas, produksi ikut terpengaruh.
Selain itu, pemasaran masih menjadi pekerjaan rumah yang ingin terus diperkuat. Saat ini penjualan masih didominasi konsumen oleh-oleh dan jaringan reseller yang jumlahnya terbatas.
Linda berharap jangkauan pasar sambal ikan asap dapat semakin luas melalui penambahan mitra penjualan di berbagai daerah.
"Jadi kita ingin membuka juga peluang kepada reseller-reseller yang mau bergabung dengan kita. Sekarang kita memang sudah ada reseller, tapi kita ingin berkembang lebih baik, mungkin ada daerah-daerah lain yang bisa jadi resellernya untuk sambal ini,"pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....