UMKM Perlu Lengkapi Kanal Pembayaran Non-Tunai

  • 27 Feb 2026 21:19 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Perubahan perilaku konsumen dalam beberapa tahun terakhir mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk beradaptasi. Jika dulu transaksi tunai menjadi andalan, kini pelanggan semakin terbiasa dengan metode pembayaran digital yang cepat dan praktis. Karena itu, UMKM perlu menyediakan berbagai kanal pembayaran non-tunai agar tidak kehilangan peluang penjualan.

Mengutip laporan Indonesia Fintech Trends 2025 yang dirilis Jakpat, sebuah survei yang melibatkan 2.089 responden pada 14-21 November 2025 dengan margin of error di bawah 5 persen, menyebutkan ada beberapa metode pembayaran digital yang paling sering digunakan masyarakat Indonesia, yaitu.

1. QRIS, Praktis dan Terintegrasi

Salah satu kanal pembayaran yang wajib dimiliki UMKM adalah QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Sistem ini memungkinkan pelanggan membayar melalui berbagai aplikasi hanya dengan satu kode QR. Standarisasi oleh Bank Indonesia membuat QRIS mudah digunakan lintas platform dan bank.

Dengan QRIS, pelaku usaha tak perlu menyediakan banyak mesin pembayaran. Prosesnya cepat, biaya relatif terjangkau, dan transaksi tercatat otomatis sehingga memudahkan pembukuan.

2. Dompet Digital

Dompet digital semakin populer karena menawarkan promo dan kemudahan transaksi. Beberapa layanan yang banyak digunakan masyarakat antara lain GoPay, OVO, dan DANA.

Dengan menyediakan opsi pembayaran ini, UMKM dapat menarik konsumen yang jarang membawa uang tunai. Selain itu, proses pembayaran menjadi lebih cepat dan minim risiko uang palsu atau salah hitung kembalian.

3. Transfer Bank dan Virtual Account

Transfer bank tetap menjadi pilihan utama, terutama untuk transaksi dalam jumlah besar atau pembelian jarak jauh. Fitur virtual account mempermudah verifikasi pembayaran secara otomatis tanpa perlu konfirmasi manual. Kanal ini sangat penting bagi UMKM yang sudah menjual produk secara online melalui marketplace atau website sendiri.

4. Kartu Debit dan Kredit

Meski belum semua UMKM memiliki mesin EDC, menyediakan pembayaran kartu debit dan kredit dapat meningkatkan nilai transaksi. Konsumen cenderung lebih leluasa berbelanja ketika memiliki opsi cicilan atau pembayaran non-tunai lainnya.

Menyediakan berbagai metode pembayaran bukan sekadar mengikuti tren, tetapi strategi memperluas pasar. Konsumen masa kini mengutamakan kemudahan dan kecepatan. UMKM yang fleksibel dalam sistem pembayaran akan lebih kompetitif dan dipercaya pelanggan.

Di tengah transformasi digital yang terus berkembang, pelaku UMKM perlu melihat kanal pembayaran digital sebagai investasi jangka panjang. Semakin lengkap opsi pembayaran yang tersedia, semakin besar peluang transaksi yang bisa diraih.

Rekomendasi Berita