Penyaluran Mekaar–ULaMM Dorong Kinerja Positif PNM Baubau

  • 17 Nov 2025 20:35 WIB
  •  Baubau

KBRN, Baubau: PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Baubau mencatat hingga Oktober 2025, total dana yang disuntikkan melalui program andalan mereka yakni MekaaR (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) dan ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro), telah menembus Rp 228,812 miliar. Angka ini menegaskan komitmen kuat PNM Baubau dalam menggerakkan dan menopang ekonomi akar rumput di wilayah kerjanya.

Pemimpin Cabang PNM Baubau, Salim menguraikan performa mentereng hingga Oktober 2025 untuk dua program tersebut yakni MekaaR dan ULaMM, sebagai bukti kinerja positif.

Ia mengungkapkan, program MekaaR berbasis pembiayaan kelompok perempuan prasejahtera menjadi pendorong utama kinerja positif dengan total pencairan dana mencapai Rp 215,412 miliar, yang telah berhasil memberdayakan secara masif sebanyak 49.012 nasabah perempuan.

"Sementara program ULaMM berbasis pembiayaan mikro individual/perorangan turut berkontribusi signifikan dengan total pencairan dana sebesar Rp 13,4 miliar, menjangkau 462 nasabah perorangan,"ungkap Salim, Senin (17/11/2025), sembari menambahkan total keseluruhan nasabah yang telah diberdayakan sebanyak 49.464 orang.

Salim mengatakan, program MekaaR menjadi pembawa perubahan besar bagi kelompok perempuan prasejahtera yang sulit dijangkau bank konvensional. Program ini menawarkan pinjaman modal usaha tanpa agunan (jaminan) dengan nominal bervariasi mulai dari Rp 3 juta hingga Rp 15 juta.

"Awalnya Rp 3 juta dulu. Nanti bertahap, kalau pembayaran lancar kita naikkan terus sampai Rp 15 juta. Penyalurannya wajib untuk modal usaha,"ungkapnya.

Salim mengatakan, kunci sukses MekaaR terletak pada konsep tanggung renteng dan pembayaran mingguan. Kelompok beranggotakan 10 hingga 30 orang dibentuk berdasarkan kedekatan domisili. Ini memupuk rasa tanggung jawab kolektif dan mempermudah mitigasi risiko.

Sementara itu, program ULAMM didesain untuk pelaku usaha yang ingin naik kelas, menyediakan pembiayaan di atas Rp 15 juta hingga Rp 200 juta secara individual/perorangan, namun dengan agunan.

"PNM mengedepankan pendekatan soft collection dalam penanganan risiko gagal bayar, memprioritaskan penyelesaian secara sukarela sesuai ketentuan yang berlaku,"tutur Salim.

Ia mengatakan, meskipun penyaluran dana (landing) sudah melampaui target Oktober 2025, PNM Baubau masih berpacu untuk mengejar target Outstanding pembiayaan (portofolio pinjaman yang belum lunas).

"Target portofolio Outstanding kita di angka Rp 150 miliar untuk MekaaR. Kita baru Rp 138,551 miliar. Berarti ada gap kurang lebih Rp 12 miliar untuk capai target,"jelas Salim.

Namun, dengan tren penyaluran yang positif, Salim optimis bahwa target ini akan terlampaui di sisa akhir tahun, didorong oleh semangat unit-unit kerja yang tersebar luas.

Sebagai informasi, PNM Cabang Baubau membawahi 23 kantor unit yang menjangkau seluruh wilayah Kepulauan Buton, termasuk Kabupaten Muna dan Muna Barat. PNM Baubau mengajak para pelaku UMKM, khususnya kelompok perempuan, untuk memanfaatkan peluang pembiayaan ini guna mempercepat kemandirian dan kesejahteraan ekonomi keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....