Abon Butonik Klien Bapas Baubau Dipromosikan di Bandara
- 15 Jul 2025 14:19 WIB
- Baubau
KBRN, Baubau: Balai Pemasyarakatan (Bapas) Baubau kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan warga binaan dengan memperluas jangkauan promosi produk unggulan mereka.
Kali ini, Abon Butonik olahan makanan khas hasil karya klien Bapas mulai dipasarkan di Bandara Betoambari, sebagai bagian dari langkah strategis untuk mendorong pelaku UMKM binaan agar mampu bersaing di pasar lebih luas.
Kegiatan promosi tersebut berlangsung pada Jumat (11/7/2025) ini disambut baik oleh Kepala Unit Gedung dan Landasan Bandara Betoambari, Laode Suparman.
Dalam pernyataannya, ia mengapresiasi langkah Bapas Baubau dan menyatakan dukungan penuh terhadap produk UMKM warga binaan.
"Butonik adalah representasi dari potensi yang luar biasa dari warga binaan. Kami di Bandara Betoambari siap bersinergi dalam mendukung produk-produk lokal seperti ini agar mendapat tempat di hati masyarakat," ujarnya.
Nama Butonik sendiri merupakan akronim dari Bapas Baubau Terampil Olahan dan Inovasi Kreatif. Selain mengedepankan unsur inovatif, merek ini juga mengangkat identitas lokal dengan memasukkan kata "Buton" sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan budaya Kerajaan Buton.
Saat ini, produk-produk yang dipasarkan di bawah merek Butonik meliputi Abon Ikan, Susu Kedelai, dan Toli-Toli. Namun, Kepala Bapas Baubau menegaskan bahwa ini baru permulaan. Ke depan, produk Butonik akan dikembangkan lebih luas, mencakup cendera mata, kain tenun, serta berbagai hasil keterampilan warga binaan lainnya.
Ia juga berharap agar produk Butonik bisa diterima di lingkungan instansi pemerintah, terutama melalui penyediaan di kantin-kantin kantor, sebagai langkah awal untuk membangun ekosistem pemasaran yang inklusif.
"Harapan kami, Butonik bisa menjadi oleh-oleh khas Baubau yang tidak hanya lezat dan berkualitas, tapi juga sarat makna sosial, karena setiap produknya membawa semangat perubahan dari warga binaan kami," pungkasnya.
Langkah ini selaras dengan Program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya poin ketiga yang menekankan penguatan dan peningkatan pendayagunaan warga binaan melalui produk UMKM yang bernilai ekonomi dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....