Sinyal Internet jadi Tantangan Sensus Ekonomi di Wilayah Kepulauan Buton Selatan
- 18 Jul 2026 19:17 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Buton Selatan – Kondisi geografis wilayah kepulauan menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Buton Selatan. Keterbatasan jaringan internet membuat petugas harus menyesuaikan waktu pengiriman data.
Di samping itu aktivitas masyarakat yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan membuat petugas juga harus menyesuaikan waktu pendataan terhadap responden.
Kepala BPS Buton Selatan, La Ode Ikhsanuddin Hamid, mengatakan tantangan terbesar berada di wilayah kepulauan seperti Kecamatan Batuatas. Selain menghadapi gelombang laut, petugas juga terkendala jaringan internet yang kurang stabil untuk mengirim hasil pendataan.
"Biasanya petugas mengunggah atau men-submit hasil pendataan pada malam hari karena jaringan internet lebih baik dibanding siang hari. Cara itu cukup membantu memperlancar proses pendataan di wilayah kepulauan," katanya, Rabu, 15 Juli 2026.
Selain persoalan jaringan, petugas juga harus menyesuaikan jadwal wawancara dengan aktivitas masyarakat yang bekerja di laut. Pendataan umumnya dilakukan pada sore hingga malam hari setelah para nelayan kembali ke rumah.
Untuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, BPS Buton Selatan menurunkan 87 petugas yang terdiri atas 75 Petugas Pendata Lapangan (PPL) dan 12 Petugas Pemeriksa Lapangan (PML).
Ikhsanuddin berharap masyarakat menerima petugas sensus dengan baik dan memberikan data yang benar. Sebab data yang dihimpun akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi dan sosial yang lebih tepat sasaran di Kabupaten Buton Selatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....