Inflasi Baubau Juni 2026 Capai 5,60 Persen, Dipicu Kenaikan Harga Pangan
- 02 Jul 2026 18:03 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Laju inflasi di Kota Baubau pada bulan Juni 2026 mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Kenaikan harga sejumlah komoditas, terutama pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, menjadi penyumbang utama inflasi tahunan di kota tersebut.
Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Baubau yang disampaikan Kepala BPS Kota Baubau, Musdin pada Selasa, 1 Juni 2026 menyebutkan inflasi year on year (y-on-y) Kota Baubau pada Juni 2026 tercatat sebesar 5,60 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 116,58.
Inflasi tahunan tersebut dipicu oleh kenaikan harga pada hampir seluruh kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan inflasi 9,22 persen. Disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 10,78 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya 8,35 persen, penyediaan makanan dan minuman atau restoran 6,59 persen, serta transportasi 5,27 persen.
"Selain itu, kenaikan harga juga terjadi pada kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 2,00 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 2,76 persen, perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 1,23 persen, kesehatan 1,31 persen, serta pendidikan 3,01 persen," ujar Musdin.

Sementara itu, hanya satu kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yakni kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang mengalami deflasi sebesar 0,14 persen.
BPS Kota Baubau juga mencatat tingkat inflasi month to month (m-to-m) atau dibandingkan bulan sebelumnya pada Juni 2026 sebesar 2,13 persen. Adapun inflasi year to date (y-to-d) atau kumulatif sejak Januari hingga Juni 2026 mencapai 5,93 persen.
Data tersebut menunjukkan tekanan inflasi di Kota Baubau masih didominasi oleh kenaikan harga kebutuhan pokok dan sejumlah sektor jasa. Kondisi ini menjadi perhatian karena dapat memengaruhi daya beli masyarakat apabila kenaikan harga tidak diimbangi dengan stabilitas pasokan dan pengendalian inflasi di tingkat daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....