Maret 2026, Inflasi y-on-y Kota Baubau Sebesar 3,12 Persen

  • 07 Apr 2026 00:09 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Perkembangan harga berbagai komoditas pada Maret 2026 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kota Baubau, pada Maret 2026 terjadiinflasi y-on-y sebesar 3,12 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,42 pada Maret 2025 menjadi 111,80 pada Maret 2026.

Kepala BPS Baubau, Musdin dalam keterangan resminya, Rabu 1 April 2026 menyebutkan tingkat inflasi m-to-m dan tingkat inflasi y-to-d masing-masing sebesar -0,75 persen dan 1,59 persen.

“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sembilan indeks kelompok pengeluaran yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,18 persen; pakaian dan alas kaki sebesar 2,46 persen. perumahan, air, listrik, dan bahanbakar rumah tangga sebesar 6,08 persen,” ujarnya.

Selanjutnya kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,38 persen; kesehatan sebesar 0,98 persen; rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 8,56 persen; pendidikan sebesar 3,01 persen; penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,84 persen; perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 12,22 persen.

“Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok transportasi sebesar 1,57 persen; informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,58 persen,” imbuhnya.

Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Maret 2026, antara lain: tarif listrik, emas perhiasan, beras, tukang bukan mandor, sigaret kretek mesin (skm), ikan cakalang/ ikan sisik, ikan kembung/ikan gembung/ ikan banyar/ikan gembolo/ikan aso-aso, tomat, kontrak rumah, dan kangkung.

Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi y-on-y, yakni angkutan udara, cabai merah, angkutan laut, ikan layang/ikan benggol, cabai rawit, jeruk nipis/limau, bensin, telepon seluler, jagung manis, dan terong.

Sementara komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m pada Maret 2026, antara lain: tomat, telur ayam ras, tukang bukan mandor, beras, bensin, minyak goreng, cabai rawit, baju muslim wanita, mobil, dan kontrak rumah.

Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi m-to-m, yakni angkutan udara, ikan layang/ ikan benggol, ikan selar/ ikan tude, angkutan laut, ikan kembung/ikan gembung/ ikan banyar/ikan gembolo/ ikan aso-aso, ikan bubara, emas perhiasan, ikan kakap merah, ikan cakalang/ ikan sisik, dan jeruk nipis/limau.

Pada Maret 2026, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,26 persen; perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,93 persen; perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,77 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,14 persen.

Selanjutnya, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,12 persen; pendidikan sebesar 0,09 persen; rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,09 persen; perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,06 persen; kesehatan sebesar 0,02 persen; Sedangkan kelompok yang memberikan sumbangan deflasi yaitu: kelompok transportasi sebesar 0,31 persen; informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,05 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....