Pintar Mengatur Keuangan Agar Tidak Terjerat Pinjol Ilegal

  • 18 Mar 2025 21:44 WIB
  •  Baubau

KBRN, Baubau: Pinjaman online (pinjol) makin populer di Indonesia. Prosesnya yang cepat, nggak ribet, dan bisa dilakukan lewat HP bikin layanan ini jadi solusi instan bagi banyak orang.

Kemudahan dalam mendapat pinjaman bukan berarti kamu bisa leluasa dalam meminjam dana. Minimal kamu harus punya perencanaan keuangan untuk melunasi pinjol itu. Pinjaman online seringkali menjadi solusi ketika dalam kondisi terdesak dan darurat.

Dilansir dari laman Kementerian Keuangan (Kemenkeu), ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengatur keuangan secara bijak agar tak terjebak pinjol ilegal. Apa saja?

1. Membuat Perencanaan Keuangan Yang Baik

Sebagian besar permasalahan keuangan disebabkan karena kurangnya perencanaan keuangan yang baikpadahal membuat perencanaan keuangan yang baik sangat penting. Perencanaan keuangan bisa membuat pemetaan kebutuhan secara tepat dan rinci sesuai jumlah uang yang ada, sehingga pengeluaran bisa menjadi teratur.

Perencanaan keuangan bisa dimulai dari membuat rencana anggaran, catatan keuangan, menyisihkan dana darurat, menabung, hingga investasi

2. Tingkatkan literasi keuangan

Setelah mengetahui ilmu tentang mengelola keuangan, menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari juga tak kalah penting. Dengan literasi keuangan yang mumpuni, kita bisa lebih memahami mana kebutuhan dan keinginan sehingga mampu memilih dan memilah mana prioritas bagi diri kita sendiri.

3. Atur sesuai skala prioritas

Penyusunan skala prioritas dengan mendahulukan kebutuhan daripada keinginan. Kebutuhan seperti uang makan, uang sewa rumah, biaya transportasi, listrik dan lain sebagainya. Semua hal itu akan berada di daftar atas, sedangkan anggaran untuk staycation, nonton konser atau skin care akan berada dibawahnya.

4. Pilih produk investasi dan tabungan dengan tepat

Pentingnya melakukan investasi sejak dini, ketika ada idle cash jangan ragu untuk melakukan investasi. Selain untuk dapat mempercepat finansial freedom. Pilih investasi yang sesuai dengan mengetahui ilmu dan resikonya bukan karena ikut-ikutan. Perlu diketahui bahwa investasi banyak bentuknya mulai dari emas, saham hingga reksadana, pilih yang memang cocok .

5. Jangan FOMO

Dalam data Fintech P2P Lending OJK menerangkan jika 60% pinjaman disalurkan pada nasabah dengan usia 19-34 tahun (Gen X dan Y). Hal ini tidak mengherankan karena adanya sifat FOMO atau fear of missing out atau perasaan takut tertinggal tren kekinian di kalangan anak muda yang memang banyak dirasakan saat ini.

Media sosial dan lingkungan pertemanan menjadi penyebab hadirnya sifat FOMO ini. Apalagi dengan mudahnya syarat untuk meminjam, membuat generasi muda tak berpikir panjang tanpa perencanaan yang matang. Hindari mengambil keputusan karena ikut-ikutan.

6. Hindari window shopping

Menurut Cambridge Dictionary, window shopping adalah kegiatan menghabiskan waktu untuk melihat-lihat produk yang dipajang pada etalase toko tanpa berniat membelinya. Saat ini window shopping tidak hanya dilakukan di mall atau tempat perbelanjaan lainnya, namun juga bisa dilakukan lewat handphone.

Banyaknya e-commerce yang tersedia membuat kegiatan window shopping menjadi kegiatan yang mengasyikan bagi sebagian orang sebagai hiburan. Namun hal tersebut juga membawa beberapa hal yang kurang baik, dimana sifat konsumtif bisa meningkat.

7. Pinjamlah hanya untuk kebutuhan yang produktif bukan konsumtif

Melakukan pinjaman diperbolehkan selama masih pada batas kemampuan, biasanya ada batas maksimal sekitar 30% dari pendapatan yang masih bisa dikatakan sebagai pinjaman yang diperbolehkan.

Selain itu baiknya pinjaman tersebut digunakan untuk hal yang sifatnya produktif, seperti untuk modal usaha atau membeli peralatan untuk usaha, dan lain sebagainya. Bukan digunakan untuk hal yang sifatnya konsumtif seperti liburan, nonton konser dan sebagainya.

8. Hindari gali lubang tutup lubang

Utamakan untuk membayar utang yang ada ketika kita memperoleh gaji. Hindari untuk membayar utang dengan utang lainnya jika tak mau terlilit pusaran hutang. Hal ini tidak menyelesaikan masalah namun akan membuat masalah baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....