Pelantikan Direktur Perumda Polima, Fokus Peningkatan PAD

  • 20 Feb 2026 18:22 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Pelantikan Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Polima menjadi momentum penegasan arah kebijakan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Baubau. Wali Kota Baubau Yusran Fahim secara langsung menginstruksikan agar Perumda Polima dikelola profesional dan berorientasi pada target kinerja terukur usai melantik La Ode Endang, sebagai Direktur di ruang kerjanya, Jumat, 20 Februari 2026.

Prosesi pengambilan sumpah jabatan tersebut menandai dimulainya kepemimpinan baru di tubuh Perumda Polima, yang akan mengelola sejumlah aset dan kawasan strategis milik pemerintah daerah.

Dalam arahannya, Wali Kota menegaskan bahwa Perumda Polima bukan sekadar badan usaha daerah, melainkan instrumen strategis yang harus menjadi motor penggerak pelayanan publik sekaligus sumber peningkatan PAD. Karena itu, direktur yang baru dilantik diminta segera menetapkan target yang realistis dan terukur berbasis perencanaan bisnis yang matang.

“Perumda harus dikelola secara profesional, berbasis analisis pasar yang akurat, serta pengelolaan risiko yang terukur,” tegasnya.

Selain aspek bisnis, integritas menjadi penekanan utama. Direktur diwajibkan memegang teguh kontrak kinerja, menghindari konflik kepentingan, serta menjauhkan diri dari praktik penyalahgunaan wewenang. Transparansi dan akuntabilitas, menurutnya, harus menjadi budaya kerja perusahaan.

Prosesi Pelantikan La Ode Endang (tengah) Sebagai Direktur Perumda Polima Kota Baubau di Ruang Kerja Wali Kota Baubau, Jumat, 20 Februari 2026 (Foto: Diskominfo Baubau)

Wali Kota juga menaruh harapan besar terhadap peningkatan kinerja pada tujuh divisi yang dikelola, yakni Divisi Pengelolaan Pasar Wameo, Divisi Kawasan Kotamara dan Islamic Centre, Divisi Pengelolaan Kawasan Pantai Kamali, Divisi Pengelolaan Gedung Maedani, Divisi Pengelolaan Kawasan Pelabuhan, Divisi Pengelolaan Usaha SPBU, dan Divisi Pengelolaan Rusunawa.

Optimalisasi seluruh divisi tersebut diharapkan tidak hanya mendongkrak laba, tetapi juga membuka ruang pengembangan usaha produktif sesuai kebutuhan masyarakat.

Untuk mempercepat realisasi target, Wali Kota menginstruksikan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama OPD teknis melakukan konsolidasi dan harmonisasi regulasi, termasuk menyiapkan teknis penyertaan modal agar direksi baru dapat segera bergerak efektif.

Mengakhiri arahannya, Wali Kota menantang direktur terpilih membuktikan kapasitas dan profesionalismenya dalam membawa Perumda Polima menjadi BUMD yang maju, kompetitif, serta berkontribusi nyata terhadap kemandirian fiskal daerah.

Rekomendasi Berita