Pemkab Buteng Siapkan Wali Asuh untuk Sekolah Rakyat
- 22 Sep 2025 21:32 WIB
- Baubau
KBRN, Buton Tengah: Program pendidikan inisiatif Presiden Prabowo Subianto, Sekolah Rakyat, yang digagas melalui Kementerian Sosial (Kemensos) RI, mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Tengah (Buteng). Bupati Buton Tengah, Azhari, menekankan pentingnya peran wali asuh dalam memastikan program ini berjalan efektif dan berkelanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Azhari saat memimpin langsung proses wawancara seleksi calon wali asuh Sekolah Rakyat di Aula Pancana Kantor Bupati Buton Tengah pada Senin (22/9/2025). Menurutnya, seleksi ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah strategis untuk memastikan para calon memiliki komitmen dan dedikasi tinggi terhadap pendidikan anak-anak di daerah tersebut.
“Wawancara ini kami lakukan langsung untuk memastikan setiap calon benar-benar layak dan memiliki kepedulian. Kami ingin wali asuh yang terpilih nanti optimal dalam menjalankan tugasnya,”tegas Azhari.
Ia menjelaskan, saat ini terdapat 150 siswa yang akan mendapat pendampingan, terdiri dari masing-masing 50 siswa SD, SMP, dan SMA. Untuk memenuhi kebutuhan ini, Pemkab Buton Tengah menyiapkan 15 wali asuh, di mana setiap wali akan mendampingi 10 siswa.
Selain itu, ada 6 wali asrama yang bertugas membimbing siswa di lingkungan asrama. Para wali asuh dan wali asrama berasal dari unsur Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), serta tenaga paruh waktu.
Gaji pokok mereka tetap dibayarkan oleh pemerintah daerah, sementara tunjangan kinerja (tukin) sebesar Rp3,7 juta per bulan akan diberikan langsung oleh Kemensos RI.
Sebagian besar wali asrama juga akan tinggal di asrama untuk memastikan pengawasan penuh terhadap para siswa.
“Bagi yang belum lolos seleksi tahun ini, jangan berkecil hati. Masih ada peluang tahun depan seiring rampungnya pembangunan gedung baru Sekolah Rakyat di Desa Balobone,”tambah Azhari.
Dengan selesainya pembangunan gedung baru, jumlah siswa diproyeksikan meningkat hingga 100-200 orang pada tahun 2026. Sebagai persiapan, Pemkab Buton Tengah juga telah menjadwalkan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh siswa pada 22 September. Mereka direncanakan mulai masuk asrama pada 26 September 2025.
Bupati berharap, program Sekolah Rakyat ini dapat berjalan optimal dan menjadi model pendidikan yang efektif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Buton Tengah. Kegiatan seleksi ini juga dihadiri oleh Kepala Sekolah Rakyat Buton Tengah, La Saruji, beserta para peserta seleksi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....