La Ode Aswad Ajak Masyarakat Bersama Lestarikan Budaya
- 29 Agt 2026 20:02 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Sejalan dengan visi Kota Baubau sebagai Kota Budaya yang Ramah, Cerdas, Sejahtera dan Bermartabat. Asisten I Setda Kota Baubau La Ode Aswad mengajak masyarakat bersama melestarikan budaya serta kearifan lokal.
Aswad mengatakan, pemerintah akan terus mendukung pesta adat yang diselenggarakan masyarakat di berbagai kelurahan di Baubau. Dukungan tersebut sejalan dengan kewenangan pemerintah daerah dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan daerah.
Asisten I Setda Baubau ini menyebut, pesta adat merupakan salah satu bentuk nyata pelestarian budaya yang masih hidup di tengah masyarakat. Khusus ekspresi budaya tak benda, pelestarian dapat dilakukan melalui festival maupun perlombaan agar terus dikenal generasi muda.
Aswad mencontohkan kabanti yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda untuk Kota Baubau. Menurutnya, pengakuan tersebut harus diikuti festival atau lomba agar keberadaan kabanti terus terjaga.
“Begitu diakui, kita harus terus melestrikan kabanti melalui festival atau perlombaan,”kata Aswad mewakili Wali Kota Baubau menghadiri pesta adat Cia-Cia Laporo Ma’ata’a di Kelurahan Bugi, Kecamatan Sorawolio, Kamis 27 Agustus 2026.
Pemkot Baubau mengapresiasi Pesta adat Cia-Cia Laporo Ma’ata’a karena terlaksana melalui dukungan masyarakat setempat. Pemerintah, kata Aswad, berperan memfasilitasi kelancaran kegiatan sebagai bagian pelestarian budaya masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan masyarakat masih memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal. Aswad menyebut, Baubau memiliki beragam tradisi budaya seperti kasambu-kasambu, kande-kandea, tururangia batu poaro, tururangia andala, bubusiana katupu, kadio ano liwu dan wanoano hangka.
“Ini peninggalan leluhur kita, sehingga tugas kita sekarang adalah melestarikan warisan tersebut,”ujar Aswad, sembari menegaskan semua pihak memiliki tanggung jawab moral menjaga warisan budaya yang diwariskan para leluhur.

Menurutnya, budaya penting dipertahankan karena menjadi identitas sekaligus warisan leluhur bagi generasi berikutnya. “Kalau ada kearifan lokal yang tumbuh berdasarkan asal-usul wilayah, mari bersama-sama kita lestarikan,”katanya.
Aswad menilai pesta adat juga mampu mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam satu kegiatan budaya. Perbedaan pekerjaan maupun pilihan politik dapat dikesampingkan ketika masyarakat berkumpul menjaga tradisi leluhur.
Dirinya meminta pemerintah kecamatan dan kelurahan menginventarisasi seluruh kearifan lokal yang masih berkembang di masyarakat. Inventarisasi tersebut penting agar berbagai tradisi dapat dipetakan dan memperoleh perhatian dalam upaya pelestarian.
“Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi,”tegas Aswad.
Menurutnya, selain menjaga tradisi, pesta adat menjadi ruang mempererat hubungan generasi muda dengan orang tua mereka. Orang tua dapat menyampaikan nasihat kepada generasi muda melalui kegiatan budaya yang melibatkan masyarakat.
Aswad menilai penguatan budaya semakin penting di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial. Provokasi yang menyebar cepat dapat memicu pertengkaran apabila masyarakat tidak selektif menerima informasi.
Karena itu menurutnya, kegiatan budaya menjadi salah satu sarana pencerahan bagi masyarakat, terutama generasi muda. Penguatan budaya diharapkan mampu mempererat persatuan sekaligus membentengi generasi muda dari pengaruh negatif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....