Goraana Oputa Momentum Penting Perkuat Hubungan Ulama, Umara dan Masyarakat
- 26 Agt 2026 20:50 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Ritual Goraana Oputa yang digelar Pemerintah Kota Baubau menjadi momentum memperkuat hubungan antara ulama, umara dan masyarakat. Tradisi yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Tanah Wolio ini berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota Baubau, Selasa, 25 Agustus 2026 dini hari.
Wali Kota Baubau Yusran Fahim, mengatakan, Goraana Oputa tidak hanya memiliki makna keagamaan, tetapi juga mengandung pesan kepemimpinan dan tanggung jawab seorang pemimpin terhadap keselamatan serta kesejahteraan rakyat.
Menurutnya, pertemuan unsur pemerintah dan ulama dalam ritual tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan serta kehidupan religius masyarakat Wolio.
“Goraana Oputa ini menjadi momentum untuk memperkuat hubungan ulama, umara dan masyarakat. Di dalamnya ada nilai kepemimpinan, kebersamaan dan tanggung jawab kita terhadap masyarakat,” ujar Yusran Fahim.

Goraana Oputa merupakan tradisi masyarakat Wolio yang telah berlangsung secara turun-temurun sejak Islam masuk dan berkembang di Tanah Wolio. Ritual ini menjadi bentuk munajat pemimpin kepada Allah SWT untuk memohon keselamatan negeri dan seluruh masyarakat.
Pelaksanaan Goraana Oputa sekaligus menjadi penanda dimulainya rangkaian peringatan Maulid Nabi di Tanah Wolio. Prosesi dilaksanakan pada pukul 00.00 WITA tanggal 12 Rabiul Awal dengan pembacaan barzanji oleh Sara Kidina (perangkat Masjid Agung Keraton) yang terdiri dari Imam bersama empat Moji.
Dalam tradisi Wolio, rangkaian Maulid Nabi terdiri atas tiga tahapan utama, yakni Goraana Oputa, Haroana Miya Bari dan Maludhuna Hukumu. Setelah Goraana Oputa, masyarakat melanjutkan peringatan melalui Haroana Miya Bari hingga 29 Rabiul Awal, kemudian ditutup dengan Maludhuna Hukumu pada 30 Rabiul Awal.
Wali Kota berharap tradisi tersebut terus dipertahankan sebagai bagian dari identitas masyarakat Baubau. Pemerintah Kota Baubau juga berkomitmen menjaga dan menghidupkan nilai-nilai religi serta kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....