Peneliti Berupaya Selamatkan Kotika

  • 11 Jul 2026 09:25 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Jejak pengetahuan tradisional masyarakat Buton tentang perhitungan waktu, keberuntungan, dan perjalanan hidup tersimpan dalam manuskrip-manuskrip lama yang kini mulai diteliti kembali.

Peneliti Kotika, Laode Imran, menjelaskan, tradisi penanggalan masyarakat Buton memiliki perjalanan sejarah panjang. Sebelum mendapat pengaruh kuat dari Islam, masyarakat Wolio mengenal sistem perhitungan yang disebut Kotika anak orang Wolio.

“Dahulu ada penentuan hitungan menggunakan ruas jari atau telapak tangan untuk menghitung malam bulan dan meramal keberuntungan maupun nasib buruk,” jelasnya, Kamis 2 Juli 2026.

Namun, setelah Islam berkembang kuat di wilayah Buton, sistem tersebut mengalami perubahan. Masyarakat kemudian lebih banyak menggunakan Kotika Jafar yang berkaitan dengan kalender Hijriah dan merujuk pada Sayidina Jafar Sadiq.

Menurut Laode Imran, Kotika Jafar banyak digunakan dalam berbagai aktivitas masyarakat, termasuk menentukan waktu perjalanan atau kegiatan mencari nafkah.

“Biasanya dipakai untuk berangkat perjalanan berlayar mencari nafkah. Kotika Jafar lebih banyak digunakan karena memiliki banyak varian,” ujarnya.

Imran menjelaskan, penelitian manuskrip Kotika menjadi langkah penting untuk menghidupkan kembali bagian-bagian pengetahuan yang mulai hilang. Manuskrip tersebut ditulis menggunakan bahasa Wolio dan Melayu dengan aksara Arab Jawi.

Melalui proses transliterasi dan interpretasi, tim peneliti berusaha memahami isi manuskrip sekaligus menghubungkannya dengan pengetahuan para tokoh adat.

Laode Imran menilai generasi muda memiliki peran besar dalam keberlanjutan tradisi tersebut.

“Pengetahuan tradisional tidak harus kita artikan bernostalgia dengan masa lalu, tetapi harus dianggap dinamis sehingga ke depan bisa dibahas dan dipelajari oleh masyarakat yang lebih luas,” tuturnya.

Menurutnya, pelestarian budaya bukan berarti mempertahankan sesuatu tanpa perubahan, melainkan membuka ruang agar pengetahuan lama dapat berdialog dengan perkembangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....