Budayawan Dorong Kocika dan Kotika Dikaji dengan Pendekatan Ilmu Modern
- 10 Jul 2026 14:24 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Tradisi Kocika dan Kotika tidak hanya dipandang sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai bentuk pengetahuan tradisional yang dapat dikaji melalui berbagai disiplin ilmu.
Budayawan sekaligus peneliti Kotika, Laode Imran, menyebut bahwa tradisi tersebut merupakan hasil pengalaman panjang masyarakat yang dikumpulkan dan diwariskan dari generasi ke generasi.
“Itu sebuah pengetahuan tradisional. Pengetahuan tradisional itu posisinya kalau tidak dijaga, dia terancam punah karena perubahan zaman dan modernitas bisa menggerusnya,” ujar Laode Imran, Kamis 2 Juli 2026.
Menurutnya, terdapat perbedaan antara Kotika dan Kocika dalam aspek pewarisan. Kotika memiliki sifat yang lebih terbuka sehingga dapat dipelajari oleh masyarakat luas. Sementara Kocika lebih bergantung pada keberadaan pewaris ilmu atau maestro yang memahami praktik tersebut.
Imran menilai agar tradisi tersebut tetap bertahan, generasi muda perlu melihatnya melalui perspektif kekinian.
“Bagaimana caranya pengetahuan tradisional ini masih bisa bertahan? Caranya dilihat dengan kacamata kekinian. Pengetahuan itu harus terbuka dan bisa di-update,” katanya.
Laode Imran mencontohkan, dalam manuskrip Kotika terdapat perhitungan kalender komariah yang dapat menjadi ruang diskusi dengan berbagai bidang ilmu, termasuk matematika dan sains.
Saat ini, Imran bersama tim juga melakukan penelitian terhadap manuskrip Kotika dengan dukungan Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Selatan. Manuskrip yang dikaji rata-rata berusia lebih dari 50 tahun dan menggunakan aksara Arab Jawi.
Tahapan penelitian dilakukan melalui alih aksara, penerjemahan, hingga interpretasi dengan mencocokkan informasi dari tokoh adat.
“Kita mulai alih aksarakan dari aksara Melayu Jawi ke aksara Latin, kemudian diterjemahkan dan diinterpretasi. Kita cocokkan dengan informasi para tokoh-tokoh karena sebagian pengetahuan sudah hilang,” jelasnya.
Imran berharap Kotika dan Kocika dapat dipahami bukan sebagai peninggalan masa lalu semata, melainkan sebagai khazanah ilmu yang terus berkembang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....