Film Dokumenter “Kocika” Ungkap Warisan Pengetahuan Leluhur Masyarakat Cia-Cia

  • 10 Jul 2026 14:15 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Tradisi Kocika masyarakat Cia-Cia di Sulawesi Tenggara mulai diperkenalkan kepada publik melalui film dokumenter garapan sutradara Hairudin. Karya tersebut tidak hanya merekam praktik budaya masyarakat setempat, tetapi juga menjadi upaya menyelamatkan pengetahuan tradisional yang mulai menghadapi tantangan zaman.

Hairudin mengungkapkan, ide pembuatan film dokumenter “Kocika” berawal ketika dirinya mengikuti kompetisi proposal program Dana Indonesiana, sebuah dukungan pendanaan kebudayaan. Dalam proses mencari gagasan, ia teringat pengalaman masa SMP ketika tinggal bersama pamannya yang merupakan seorang Pandeko Kocika atau orang yang mendalami ilmu Kocika.

“Ada sesuatu yang unik jadi di film dokumenter saya itu sebetulnya merefleksi perjalanan saya ketika saya di SMP dulu, sekolah tinggal di rumah paman yang kebetulan beliau itu Pandika atau Pandeko Kocika, orang yang mendalami kegiatan,” ujar Hairudin pada podcast RRI Baubau, Kamis 2 Juli 2026.

Menurutnya, ketertarikan terhadap Kocika bukan sekadar karena tradisi menentukan hari baik dan buruk yang banyak ditemukan di berbagai daerah. Hal yang membedakan Kocika di wilayah Sorobolio adalah kemampuan seorang maestro dalam melakukan ritual lanjutan berdasarkan hasil terawangan.

“Di samping dia sebagai Pandika, output dari apa yang diterawan di Kocika itu dia bisa melakukan ritualnya. Misalnya ketika orang kehilangan sesuatu, dia bisa mengetahui bahwa barang itu akan ketemu,” katanya.

Proses produksi film dilakukan melalui tahapan panjang, mulai dari riset hingga dokumentasi lapangan. Program Dana Indonesiana yang bersifat tahun jamak memungkinkan tim melakukan penggalian informasi secara lebih mendalam.

Hairudin menilai keberadaan papan Kocika menjadi salah satu faktor penting dalam proses dokumentasi karena tradisi tersebut memiliki media pembelajaran yang dapat membantu transfer pengetahuan.

“Yang kita kerjakan ini sejalan dengan visi Kementerian Kebudayaan bahwa budaya-budaya kita harus segera digali, dimunculkan di era kekinian agar generasi sekarang mengetahui,” ujarnya.

Hairudin berharap film dokumenter tersebut dapat menjadi jembatan antara generasi lama dan generasi muda untuk mengenal kembali warisan budaya leluhur.

“Mari kita hargai apa yang telah diwariskan oleh leluhur karena pengetahuan mereka luar biasa,”pesan Hairudin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....