BMKG: Gelombang hingga 4 Meter Berpotensi Terjadi di Sejumlah Perairan Indonesia

  • 22 Sep 2026 13:59 WIB
  •  Baubau
Poin Utama
  • BMKG mengeluarkan peringatan gelombang tinggi untuk periode 22 hingga 25 September 2026 di sejumlah perairan Indonesia.
  • Gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi terutama di kawasan Samudra Hindia.
  • Peringatan ini penting bagi nelayan dan pengguna kapal untuk mewaspadai kondisi cuaca maritim yang berbahaya.

RRI.CO.ID, Baubau – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan informasi potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia untuk periode 22 hingga 25 September 2026.

Berdasarkan informasi BMKG, gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di sejumlah wilayah perairan, terutama di kawasan Samudra Hindia.

Wilayah yang berpotensi mengalami gelombang tinggi tersebut meliputi Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan Daerah Istimewa Yogyakarta, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, serta Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sementara itu, BMKG juga memprakirakan gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan lainnya, di antaranya Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan Bali, Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur, Laut Jawa bagian tengah dan timur, Selat Makassar bagian tengah dan selatan, Teluk Bone, Laut Maluku, Laut Seram, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua, Samudra Pasifik utara Papua Barat, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, serta Laut Arafura bagian barat, tengah dan timur.

BMKG menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi pola angin di wilayah Indonesia. Di wilayah utara ekuator, angin umumnya bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan sekitar 4–25 knot. Sementara di wilayah selatan ekuator, angin bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan 4–25 knot.

Potensi angin dengan kecepatan lebih tinggi terpantau di kawasan Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung serta Samudra Hindia selatan Banten.

BMKG mengingatkan masyarakat, khususnya pengguna transportasi laut dan nelayan, untuk mewaspadai kondisi gelombang tinggi tersebut karena dapat meningkatkan risiko keselamatan pelayaran.

Dalam imbauannya, BMKG menyebut perahu nelayan berisiko terhadap keselamatan ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter. Kapal tongkang berisiko ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter, sedangkan kapal ferry berisiko ketika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter.

Masyarakat yang akan melakukan aktivitas di laut diimbau memperhatikan informasi cuaca dan gelombang terkini dari BMKG serta menyesuaikan aktivitas dengan kondisi perairan.

google-preference
Video

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....