Prakiraan Tinggi Gelombang Sultra 13 - 16 September 2026
- 13 Sep 2026 16:02 WIB
- Baubau
Poin Utama
- BMKG merilis prakiraan tinggi gelombang untuk Sulawesi Tenggara berlaku 13-16 September 2026 Pukul 08.00 WITA.
- Pola angin umumnya bertiup dari arah Timur hingga Selatan dengan kecepatan berkisar antara 2-20 Knot.
- Informasi prakiraan ini dikeluarkan oleh BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari pada Sabtu, 12 September 2026.
RRI.CO.ID, Baubau – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali merilis prakiraan tinggi gelombang untuk wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra). Informasi ini berlaku untuk tanggal tanggal 13 September 2026 Pukul: 08.00 WITA sampai 16 September 2026 Pukul: 08.00 WITA.
Berdasarkan rilis BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari yang diterima rri.co.id, Sabtu, 12 September 2026, pola angin umumnya bertiup dari arah Timur hingga Selatan dengan kecepatan berkisar antara 2 - 20 Knot.
Kecepatan angin tertinggi mencapai 25 knot (6 Skala Beaufort) di Teluk Bone Barat Kabaena, Perairan Baubau, Perairan Wakatobi bagian Timur dan Laut Banda Timur Wakatobi.
Peringatan Dini Gelombang Tinggi
- Tanggal 13 September 2026 pukul 08.00 WITA - 14 September 2026 pukul 08.00 WITA : Perairan Buton, Laut Banda Timur Wawoni, Laut Flores Selatan Buton, Perairan Wakatobi bagian Timur, Perairan Wakatobi bagian Barat dan Laut Banda Timur Wakatobi.
- Tanggal 14 September 2026 pukul 08.00 WITA - 15 September 2026 pukul 08.00 WITA : Perairan Baubau, Perairan Wakatobi bagian Timur, Perairan Wakatobi bagian Barat dan Laut Banda Timur Wakatobi.
- Tanggal 15 September 2026 pukul 08.00 WITA - 16 September 2026 pukul 08.00 WITA : Perairan Baubau, Perairan Wakatobi bagian Timur, Perairan Wakatobi bagian Barat dan Laut Banda Timur Wakatobi.
BMKG mengimbau nelayan yang menggunakan perahu kecil agar tetap berhati-hati, terutama saat melaut di wilayah dengan potensi gelombang sedang. Sementara itu, kapal tongkang dan kapal ferry juga diingatkan untuk memperhatikan batas aman pelayaran guna menghindari risiko kecelakaan laut.
Selain itu, masyarakat di wilayah pesisir diharapkan tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi yang dapat menyebabkan abrasi atau limpasan air laut ke daratan, terutama saat pasang maksimum.
Dengan adanya prakiraan ini, diharapkan seluruh pengguna jasa kelautan dapat merencanakan aktivitas dengan lebih aman serta terus memantau informasi terkini dari BMKG sebagai acuan utama dalam menghadapi kondisi cuaca dan gelombang laut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....